Pendahuluan
Para ahli perkembangan ekonomi mengakui akan pentingnya peranan tingkahlaku kewiraswastaan dalam melajukan perkembangan ekonomi sesuatu bangsa. Untuk berlangsungnya tahap anjak (take-off) dari teori perkembangan ekonominya, Rostow1 mensyaratkan adanya keberhasilan kegiatan beberapa kelompok masyarakat yang disebutnya kewiraswastaan (entrepreneurship). Schumpeter2 berpendapat bahwa wiraswasta (entrepreneurs) adalah kelompok yang menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju ke depan. McClelland3 yang menganalisa perkembangan ekonomi dan motivasi psikologis antar bangsa menyimpulkan bahwa perkembangan ekonomi menghendaki adanya tingkahlaku kewiraswastaan (entrepreneurial behavior) di kalangan bangsa itu. Menurut McClelland ramuan esensial untuk terbentuknya tingkahlaku kewiraswastaan adalah motivasi prestasi atau motivasi pencapaian (motivasi pencapaian). Everett Hagen,4 yang menganalisa perkembangan ekonomi dalam hubungannya dengan tingkahlaku manusia, menitikberatkan pada tumbuhnya kepribadian kewiraswastaan (terutama sekali innovational personality) untuk melajukan perkembangan ekonomi sesuatu masyarakat. Kenyataannya historis perkembangan bangsa-bangsa yang telah lebih dahulu maju menunjukkan bahwa semakin maju perekonomian sesuatu bangsa, semakin banyak modal dimanfaatkan untuk menemukan teknik-teknik perbaikan cara berproduksi, untuk menemukan bentuk-bentuk barang baru, untuk mencari dan membuka pasaran dan daerah pasar baru, untuk menemukan sumber-sumber baru dari faktor produksi, dan untuk menemukan cara-cara yang lebih efisien dalam berorganisasi dan menata-laksana. Usaha-usaha tersebut mengharuskan tidak saja terdapatnya “orang-orang baru”, tetapi juga harus adanya “tingkahlaku baru” dari manusia yang ada yang mampu menciptakan ikhtiar-ikhtiar di atas itu. Perekonomian sesuatu masyarakat dapat menjadi mandeg, bukan karena tidak ada atau langkanya modal atau kesempatan-kesempatan yang menguntungkan tetapi justru karena tidak ada atau langkanya tingkahlaku kewiraswastaan yang dapat menjadi tenaga penggerak esensial untuk mewujudkan keuntungan-keuntungan yang tadinya tidak kentara.
* Tulisan ini adalah petikan dari M. Amin Aziz, Entrepreneurial Behavior among Achehnese Farmers, (Los Banos: University of the Philippine, tesis MS yang tidak diterbitkan, 1973). Penulis mengucapkan terimakasih terutama kepada Dr. Gelia T. Castillo, ketua panitia penasehat studi penulis dalam penelitian ini.
1 Walter W. Rostow, “The take-off self-sustained growth,” dalam Agarwala dan Singh (eds.), The Economics of Underdevelopment, (New York: Oxford University Press, 1958), hal. 154-188.
2 Joseph A. Schumpeter, Teori Pembangunan Ekonomi, (Cambridge: Harvard University Press, 1934), hal. 77-78.
3 David C. McClelland, Masyarakat yang Berprestasi, (Princeton, New Jersey: Princeton University Press, 1961).
4 Everett E. Hagen, Tentang Teori Perubahan Sosial, Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Dimulai, (Homewood, Illinois: Dorsey Press, 1962).