Baik orang tua, para pendidik, dan pihak yang memiliki wewenang terhadap kehidupan orang muda usia, sering hanya sekedar memberikan lip service, ketimbang memberi dorongan yang bersifat aktif dalam memberikan jawaban atas meningkatnya kriminalitas di kalangan orang muda. Para ahli berpolemik, bahkan organisasi kurikuler diajarkan untuk menyampaikan komentar atas rekan sebayanya. Ini sama artinya dengan memerangi kaum muda. Paling tidak menempatkan mereka pada posisi minta bantuan, sementara masyarakat sempat berpikir, situasi saat ini sangat mengancam dan berbahaya, demikian tulis Purnianti Mangunsong.