Prisma

Tinjauan Buku: Kebudayaan dan Ekonomi

Allen M. Sievers. Dunia Mistik Indonesia: Budaya dan Pembangunan Ekonomi dalam Konflik. Johns Hopkins University Press, Baltimore dan London, 1975. Aplikasi. Bibl. Gloss. 425 hal.

Kesimpulannya begini “Indonesia bukan hanya contoh klasik dari ketidakberkembangan, ia adalah pula jagoan yang sesungguhnya dari situasi tanpa pertumbuhan dari negeri-negeri miskin di dunia”. Demikian kata Sievers pada halaman 308. Yang pasti ialah bahwa ekonomi Indonesia tidak berkembang dan tidak bertumbuh sama sekali. Sebabnya? “Berlebih-lebihan atau tidak, penghalang utama mungkin lebih dari hanya disebabkan oleh keterhentian (impasse) sebagai akibat kelebihan penduduk, involusi, dan sebagainya, mungkin sekali faktor utama lainnya ialah apa yang disebut dalam sistem Boeke pandangan dunia (Weltanschauung) ketimuran dari orang Indonesia. Pandangan dunia mungkin lebih tepat disebut mistisisme” (hal. 294). Demikian jauhnya pengaruh mistisisme—Sievers sama sekali tak tahu istilah lain, seperti misalnya, kebatinan—maka ia juga memberi alasan untuk hidup, ia berfungsi sebagai surogat atau pengganti intern dari keutuhan pranata tradisionil dari masyarakat desa (hal. 301) yang telah digerogoti dengan sangat hebat oleh kolonialisme. Pandangan dunia ini, kata Sievers, berakar dari masa pra pengaruh Hindu dan menjadi dewasa dengan pengaruh dari anak benua India itu. Islam sama sekali tidak melemahkannya, tetapi malah menyokong pertumbuhannya.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan