Di samping sukses, pembangunan juga menimbulkan ekses, yang dampak negatifnya kadang tidak tampil di permukaan, karena masyarakat cenderung mendiamkannya. Karena itu, menurut Hendrik Berybe, modernisasi pembangunan, di tengah semua dampak negatif yang ditimbulkannya, perlu memiliki bahasa “chiliasme”, atau superioritas manusia atas alam lewat teknologi. Dan modernisasi pembangunan yang humanistik, hanya mungkin terwujud kalau terjadi proses internalisasi dan radikalisasi nilai-nilai manusiawi dan kemanusiaan dalam seluruh aspek pembangunan itu lewat pendidikan, baik formal maupun informal.