Akhir-akhir ini, Global South termasuk frasa yang sering kali diperbincangkan dalam hubungan internasional dan bahkan menjadi tema sentral dalam konferensi-konferensi tingkat tinggi. Republik Rakyat Tiongkok (RRT) adalah salah satu aktor internasional yang menaruh minat besar terhadap Global South. Minat itu tampak sejak RRT ikut serta dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955, bersama dengan negara-negara bekas terjajah lainnya di Asia dan Afrika. Di balik suara anti-imperialisme yang lantang, Tiongkok juga turut memperjuangkan kepentingan strategisnya di forum bersejarah tersebut. Dalam konteks kiwari, seiring dengan kebangkitannya, agenda Tiongkok terhadap Global South menjadi lebih kompleks. Persaingan Tiongkok dengan para pesaingnya selalu menjadi latar belakang yang mewarnai keterlibatannya dengan Global South. Melalui analisis yang komprehensif dan mendalam, tulisan ini menemukan peran Tiongkok terhadap Global South tidaklah tunggal. Tiongkok dapat dilihat sebagai anggota, mitra, bahkan risiko bagi Global South. Pada akhirnya, hanya waktu yang membuktikan apakah Tiongkok konsisten berjuang bersama Global South sebagai anggota dan mitra untuk membentuk tatanan dunia yang lebih adil atau berkembang menjadi hegemonik yang menimbulkan risiko bagi Global South.
Kata Kunci: anti-imperialisme, Asia-Afrika, geopolitik, Global South, kebijakan luar negeri Tiongkok, Semangat Bandung