Anak tunggal yang semula manja, hidup berfoya-foya, dan dari keturunan orang terpandang di Minahasa; Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu, yang kemudian dikenal dengan Arnold Mononutu, atau Oom No, berubah sikap dan pandangan pada waktu dia duduk di bangku kuliah. Dia mulai ambil peduli dengan nasib bangsanya yang terjajah. Tokoh Angkatan 28 ini sempat pula menjadi “duta” pertama Indonesia dalam masa pergerakan, di mana negara itu sendiri belum lahir sebagai bangsa yang merdeka, yang menurut Ruben Nalenan, punya wawasan jauh ke depan untuk mengisi kemerdekaan ini.

