Prisma

Tokoh: Bing Slamet dalam Dunia Lawak Indonesia

Bing Slamet, yang dianggap sebagai ‘presiden pelawak’ Indonesia tidak sekedar singgah dan mencari hidup dalam dunia lawak. Dia mengisi, memberi warna dan mencari makna dari dunia lawakan. Sangat tenar dan disukai semasa hidupnya, Bing Slamet bahkan dianggap sebagai tonggak dalam dunia komedi. Dia pernah berkata “Mungkin sudah nasib saya jadi pelawak.”

SULIT bagi para pelawak Indonesia untuk menandingi popularitas Bing Slamet semasa dia hidup. Setelah merebut gelar juara melawak pada 1953, dan memenangkan pemilihan Bintang Radio pada tahun berikutnya, perjalanan hidup Bing terukir dalam dunia hiburan dan bisnis hiburan di Indonesia. Dia disegani kawan-kawannya. Wafat pada usia 47 tahun sebagai produser filem dan komedian, dia meninggalkan Kwartet Jaya, grup lawak yang pernah dibentuknya yang kemudian juga tenggelam setelah Bing tak lagi ada.

“Bing Slamet adalah presiden pelawak Indonesia,” ujar pelawak dan penyanyi lainnya, Kris Biantoro, setelah Bing berpulang di Jakarta, 17 Desember 1974.1 Bagi koleganya, kehilangan Bing bagaikan kehilangan seorang “paman”.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan