Prisma

Tokoh: Siswono Yudo Husodo, Pekerja Gula Batu

Dalam perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat, bagi sebagian orang, dunia usaha konstruksi merupakan usaha masa lampau, dan menempatkan industri komunikasi dan informasi sebagai usaha masa datang. Tapi bagi Siswono, batasan seperti itu tak ada. “Usaha konstruksi itu berbataskan langit,” katanya, “masih banyak yang bisa dikembangkan, dan untuk itu tak ada istilah ‘terlambat’.”

LONGIRAM, di pedalaman Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur, termasuk daerah yang beruntung. Sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaan tahun 1945, ia telah memiliki seorang dokter yang mau mengabdi di daerah itu. Soewondo, dokter tersebut, beserta keluarganya, memerlukan waktu tiga hari tiga malam untuk mencapai Longiram dari Samarinda yang jaraknya 500 kilometer ke arah hulu sungai Mahakam, dengan mempergunakan klotok (perahu). Di Longiram inilah, pada Senin Pahing pagi, 4 Juli 1943, anak ketiga dokter Soewondo lahir dan dia diberi nama Siswono Yudo Husodo.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan