Prisma

Tradisi Bermarga: Sikap Deterministis Biologis?*

Asosiasi klan timbul karena faktor interen dan eksteren. Perbedaan penglihatan atas masalah mengakibatkan munculnya ketidaksamaan pendapat tentang asosiasi klan orang Batak Toba di Jakarta. Bentuk dan wujud dari asosiasi klan yang ada sekarang, menurut Kartini Sjahrir, merupakan jawaban terhadap situasi yang terjadi di sekelilingnya. Untuk mempertahankan identitas dirinya agar tidak lebur ke dalam identitas suku lain, orang-orang Batak Toba di Jakarta membentuk asosiasi klan. Penulis berupaya menjelaskan hubungan antar suku bangsa yang merupakan masalah nasional.


* Tulisan ini merupakan tanggapan atas tulisan Sitor Situmorang, “Asosiasi Klan Batak Toba di Jakarta, Bukan Marga tapi Lahir dari Tradisi Bermarga”, Prisma, September 1983.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan