Populisme merupakan salah satu unit analisis cukup penting dalam membaca konstelasi sosialpolitik Indonesia dewasa ini. Istilah itu biasanya disematkan pada kalangan kelas menengah yang mengangkat dan mengatasnamakan aspirasi kaum pinggiran dengan “menelikung” demokrasi. Perkembangan demokrasi pasca-Reformasi di Indonesia yang belum bisa secara maksimal menyelesaikan setiap persoalan antar-warga negara justru melahirkan corak tertentu yang bertolak belakang dengan amanat konstitusi, di antaranya mobocracy yang dijadikan sarana sekaligus alat untuk mengubah praktik demokrasi yang telah mapan. Kelas menengah menjadi aktor yang sangat vokal menyuarakan kepentingan kelompok melalui praktik-praktik informal, egaliter, dan independen. Tulisan ini mengulas perkembangan dan prospek populisme di kalangan kelas menengah Muslim Indonesia.
Kata Kunci: aksi jalanan, demokrasi, Islam, kelas menengah, populisme