Perkembangan ekonomi Indonesia memperlihatkan kecenderungan pergeseran sektoral dari pertanian ke non-pertanian yang diikuti dengan perubahan kapasitas penyerapan tenaga kerja masing-masing sektor. Persoalannya, tenaga kerja yang ada lebih terserap di sektor non-pertanian informal. Untuk itu dalam menghadapi Pelita V, upaya yang sungguh-sungguh dalam penciptaan lapangan kerja formal dan komitmen pembinaan pekerja informal mutlak dilakukan.
EKONOMI Indonesia telah mengalami pertumbuhan pesat sejak Pelita I, walaupun beberapa tahun terakhir ini gerak tersebut nampak melambat. Perkembangan ekonomi ini juga disertai dengan perubahan struktur ke arah lebih non-agraris. Peranan sektor industri dan jasa telah meningkat secara cukup berarti, sementara sektor pertanian secara relatif mengalami penurunan kontribusi dalam produk nasional.
Pergeseran peranan sektoral ini juga diikuti dengan perubahan kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja. Daya serap sektor pertanian melemah dan posisinya secara bertahap diambil-alih sektor non-pertanian. Kemampuan menampung tenaga kerja di antara sektor-sektor non-pertanian juga berbeda. Yang terbesar adalah sektor perdagangan dan jasa. Sementara sektor industri, walaupun kemampuannya menyediakan kesempatan kerja meningkat cepat, kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan masih relatif kecil.