Simbol “Arus Bawah” Pemilihan Umum 1997
Selama dasawarsa pertama 1990-an muncul sejumlah isu dan gejolak sosial politik di Indonesia. Isu-isu tersebut ditanggapi secara berbeda oleh masing-masing pihak, baik state maupun civil society, sebelum bahkan setelah berlangsungnya Pemilihan Umum 1997. Sederetan aksi protes, demonstrasi, unjuk rasa, kerusuhan dan tindakan kekerasan lainnya berlangsung dengan intensitas sangat tinggi. Tulisan ini ingin memahami gejolak arus bawah melalui wacana perlawanan sosial yang mempunyai satu tujuan, tetapi sering didefinisikan secara sepihak, yakni perubahan sistem ekonomi dan politik.
*Tulisan ini merupakan revisi dari makalah sumbangan untuk Kongres IV dan Seminar Nasional XV AIPI, Bandung, 23-25 September 1997.