Sampai sekarang kaum wanita mendominasi kehidupan pasar di Jawa, baik sebagai pedagang keliling setempat maupun sebagai pedagang menetap yang memiliki kios. Mereka menekuni perdagangan cita sampai juadah. Namun menurut perkiraan Glen Chandler, penulis artikel ini, pola kehidupan pasar seperti itu nantinya akan berubah karena semakin banyaknya kaum pria yang menyempatkan diri bersaing dalam memperebutkan kemungkinan memperoleh laba. Bahkan di Yogyakarta memperlihatkan bahwa pasar-pasar desa lebih membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk kota, terutama pedagang pria yang memiliki kemampuan berdagang antarkota.