Prisma

Wawasan Pasifik, dari Serajewo ke Muroroa

GSSJ Ratu Langie, Indonesia di Pasifik—Analisa Masalah-Masalah Pokok Asia Pasifik, (Jakarta, Sinar Harapan, 1982), 167 halaman. Pertama kali terbit tahun 1937 dengan judul Indonesia in den Pacifik, Kernproblemen van den Aziatischen Pacific. (Batavia, 1937).

Ketajaman visi Dr. Sam Ratu Langie, yang diungkapkan melalui buku yang pertama kali terbit 44 tahun lalu, memang luar biasa. Integrasi ekonomi kawasan Pasifik, yang terutama didominasi oleh Amerika Serikat dan Jepang, sudah menjadi kenyataan. Asia Tenggara, dan Indonesia khususnya, sudah terjaring dengan rapi dalam sarang laba-laba ekonomi kedua raksasa Pasifik itu, seperti yang diramalkan negarawan dari Minahasa itu tahun 1937. Memang, ada juga peranan ekonomi Korea (Selatan), Taiwan, Singapura, dan Australia, namun ekspansi pengaruh negara-negara itu tak dapat dilihat terlepas dari restu Jepang dan Amerika. Begitu pula Kanada dan Selandia Baru, misalnya. Sehingga konfrontasi—atau mungkin lebih tepat, ketergantungan—Selatan pada Utara, semakin menjadi nyata. Sebab, seperti digambarkan Ratu Langie secara sederhana: “utara bersifat industri dan secara internasional aktif. Selatan bersifat pertanian dan secara internasional pasif”.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan