Prisma

Picture of Ahmad Nashih Luthfi

Ahmad Nashih Luthfi

lahir di Tuban, Jawa Timur, 16 Januari 1981. Dosen Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ini mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di madrasah dan pesantren. Aktif dalam organisasi siswa (Ketua OSIS MTs dan MAN) dan himpunan mahasiswa sejarah (pernah menjabat Ketua Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah [BKMS], Universitas Gadjah Mada, dan Ketua Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah se-Indonesia [Ikahimsi]). Meraih gelar S-1 (2005) dan S-2 (2010) dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Pernah bekerja sebagai peneliti di Sajogyo Institute (2005-2010) dan ikut mendirikan komunitas serta aktif sebagai editor jurnal Etnohistori (2011-2018). Menulis sejumlah buku, antara lain, Manusia Ulang-Alik: Biografi Umar Kayam (2007); Keistimewaan Yogyakarta: Yang Diingat dan yang Dilupakan (2009); Kronik Agraria Indonesia (2010); Landreform Lokal a la Ngandagan: Inovasi Sistem Tenurial Adat di Sebuah Desa Jawa, 1947-1964 (2010); Melacak Sejarah Pemikiran Agraria: Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor (2011); Kondisi dan Perubahan Agraria di Sebuah Desa di Jawa Tengah (2013); Sejarah/Geografi Agraria Indonesia (penyunting, 2017); dan Agrarian Chronicles in Indonesia: Expanding Imagination over Periods, Sectors and Actors (2018). Beberapa makalahnya pernah disajikan dalam pelbagai forum internasional: Frankfurt- Jerman (2016), Perancis (2016), Belanda (2017), dan lain-lain. Selama sepuluh tahun terakhir, Manajer Penelitian dan Kepala STPN Press ini menekuni kajian agraria, mengajar politik pertanahan dan landreform, serta berbagai isu terkait kebijakan pertanahan atau agraria kontemporer.