Akhmad Ryan Pratama
dilahirkan di Surabaya, 20 Agustus 1989. Staf pengajar Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Jember yang menggeluti isu-isu sejarah lingkungan, terutama perubahan ekologi di Kalimantan Timur ini, menye- lesaikan studi S-1 (2012) dari Departemen Ilmu Sejarah, Universitas Airlangga, Surabaya. Skripsinya kemudian diterbitkan dengan judul Industri Minyak Balikpapan dalam Dinamika Kepentingan Sejak Pendirian Hingga Proses Nasionalisasi. Penulis yang pernah aktif dalam Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Indonesia (Ikahimsi) Wilayah III Jawa Timur ini menamatkan studi S-2 (2016) dari Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pernah menjadi dosen luar biasa (2015–2019) pada School of Entrepreneurship and Humaniora, Universitas Ciputra, Surabaya. Menjabat Direktur Utama Komunitas Timur Lawu yang didirikannya pada 16 Agustus 2015. Komunitas nirlaba itu mengusung dan menanamkan benih kesadaran untuk se- nantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan alam maupun budaya di Indonesia. Bekerja sama dengan Rumah Kebudayaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Komunitas Timur Lawu yang memiliki belasan anggota dengan latar belakang pendidikan beragam kerap mendiskusikan dan mengadvokasi isu-isu kebudayaan, lingkungan, dan sejarah. Pada 2018, Komunitas Timur Lawu me- nerima dana hibah Fasilitasi Komunitas Kesejarahan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atas upaya mereka mengapresiasi sejarah melalui aktivitas kesejarahan.