Andi Achdian
dilahirkan di Bandar Lampung, 19 Oktober 1969. Menamatkan S-1 (1996) dari Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI). Sempat melanjutkan studi di School of Politics, Nottingham University, Inggris. Menamatkan S-2 (2011) di Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia dan S-3 (2018) bidang sejarah di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Serangkaian kerja profesional pernah dijalaninya, antara lain, sebagai Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI, 1996-1999), konsultan di Bank Dunia (2002-2004), Staf Yayasan Tifa – Open Society Institute (2004-2008), dan konsultan pemba- ngunan Museum Polri (2007) dan Museum HAM Omah Munir (2012). Peneliti independen yang aktif melakukan penelitian di Lembaga Kajian Ekonomi Politik (LKEP), Jakarta, ini banyak menulis artikel tentang sejarah sosial-politik Indonesia dan menyunting beberapa buku di antaranya 1996: Tahun Keke- rasan (1997) dan The Thugs, the Certain Thief and the Sugar Lord: Power, Politics and Culture in Colonial Java (2003) serta menghasilkan karya tulis, antara lain, Tanah bagi yang Tak Bertanah: Landreform pada Masa Demo- krasi Terpimpin 1960-1965 (2009); Sang Guru dan Secangkir Kopi: Sejarawan Onghokham dan Dunia Baru Bernama Indonesia (2011); dan The Angle of Vision: Mereka yang Tidak Menyerah pada Sejarah (2012). Salah satu anggota Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (sejak 2017) ini sekarang bekerja sebagai pengajar di Program Studi Sosiologi FISIP Univer- sitas Nasional, Jakarta.