Atnike Nova Sigiro
lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 April 1976. Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan (sejak 2017) itu, meraih gelar Doktor (2018) bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP-UI). Selama kurang lebih dua puluh tahun aktif mengadvokasi hak asasi manusia, termasuk hak-hak perempuan, di beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat di Indonesia maupun dunia internasional, di antaranya di Lembaga Penelitian dan Advokasi Kebijakan (2000- 2010) dan Program Manajer Asia Advokasi pada Asian Forum for Human Rights and Development (Forum-Asia). Pengajar tetap di Sekolah Pascasarjana Program Studi Diplomasi, Universitas Paramadina, Jakarta, ini (sejak 2010), memiliki pengalaman luas tentang mekanisme HAM internasional, yaitu Komisi Hak Asasi Manusia PBB, yang kemudian berubah menjadi Dewan HAM PBB, mekanisme HAM ASEAN. Menggeluti isu keadilan transisi dan bertemu dengan para korban pelanggaran HAM di Indonesia. Feminisme menjadi salah satu bidang minatnya dan anggota aktif Jurnal Perempuan. Karyanya terutama fokus pada isu-isu di bidang HAM, feminisme, dan kebijakan sosial. Menyelesaikan studi S-1 bidang Kesejahteraan Sosial (2000) dari Universitas Indonesia. Pada 2006, menerima Chevening Award dari Pemerintah Inggris untuk gelar magisternya dan kemudian meraih gelar MSc (2007) bidang Kebijakan Sosial dan Pembangunan dari the London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris.