Prisma

Picture of D.A. Peransi

D.A. Peransi

lahir di Jakarta tahun 1938, adalah pelukis, penulis dan pengajar pada Akademi Sinematografi LPKJ. Belajar melukis pada Ny. L. Weinberg (1953-1957) dan pernah berpameran di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Amsterdam. Sebagai penulis pernah memenangkan Hadiah Kesusastraan (1963) dan mengajukan masalah "Pro dan Kontra Pembaruan Seni Rupa Indonesia". Sejak 1963 mengkhususkan diri di bidang fotografi dan sinematografi. Mempelajari sinematografi di Amsterdam (1970-1972) dan membuat film yang disiarkan TV Belanda, "Kawanku Asmara dan Boyolalar". Menjadi juri pada festival-festival film di Laren (1970, 1972), Oberhausen (1971), dan Mannheim (1970, 1971).

Retradisionalisasi dalam Kebudayaan

Dalam situasi disequilibrium sosial-budaya, senantiasa tampak kecenderungan untuk mencari pegangan pada tradisi. D.A. Peransi menulis, biasanya pegangan itu dirumuskan dengan