Dedi Supriadi Adhuri
adalah peneliti senior pada Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Meraih gelar Sarjana Antropologi (1990) dari Universitas Indonesia; S- 2 (1995) dan PhD Antropologi 2003) dari Australian National University, Canberra, Australia. Selain lewat pembelajaran bergelar, juga memperoleh pengetahuan melalui beragam fellowship di pelbagai perguruan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di luar negeri. Sebagian besar kajian pakar antropologi maritim itu umumnya berkaitan dengan aspek-aspek sosial-budaya berbagai komunitas di Indonesia, termasuk mengenai masyarakat pesisir, nelayan dan kenelayanan, pengelolaan sumber daya pesisir/laut berbasis masyarakat, dan pelayaran tradisional. Selain itu, sering melakukan penelitian dan menekuni topik lain di bidang antropologi, seperti kehidupan masyarakat adat, community development, dan pengelolaan warisan budaya (cultural heritage management). Karya-karya tulisnya diterbitkan dalam berbagai jurnal atau dalam bentuk buku, di tingkat nasional maupun internasional. Selling the Sea, Fishing for Power: A Study of Conflict Over Marine Tenure in Kei Islands, Eastern Indonesia adalah salah satu monografi penulis yang diterbitkan oleh Australian National University (ANU) E-Press, Canberra, pada 2013.