Didi Kwartanada
dilahirkan dari pasangan peranakan Tionghoa generasi ketujuh (ayah) dan Jawa (ibu) di Yogyakarta pada 3 Februari 1968. Menempuh pendidikan sejarah di Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan National University of Singapore, dengan fokus utama sejarah sosial etnik Tionghoa di Jawa. Sejarawan independen ini pernah bekerja sebagai peneliti di ALOCITA Research Center, Surabaya (1994-1997), asisten peneliti di Institute of Asia Pacific Studies, Waseda University (WIAPS), Tokyo (1998-2001), dan di Yayasan Nation Building (Nabil), Jakarta (2009- 2017). Karya-karyanya telah terbit dalam bahasa Indonesia, Mandarin, Jepang, Jerman, dan Belanda. Saat ini, selain tengah menulis beberapa naskah buku, aktif berceramah dan presentasi di dalam dan luar negeri serta menjadi nara- sumber di pelbagai media cetak dan stasiun televisi nasional maupun media internasional. Karya utamanya sebagai editor pelaksana dan kontributor adalah buku 3 jilid berjudul Tionghoa dalam Keindonesiaan: Peran dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa (Yayasan Nabil, 2016). Buku itu sedang diterjemahkan ke bahasa Tionghoa oleh Life Foundation Hongkong bekerja sama dengan Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS). Pada Januari 2019, dilakukan soft-launching jilid perdana buku terjemahan itu di Guangdong. Bukunya yang lain adalah Encyclopedia of Indonesia in the Pacific War (EJ Brill, 2010), selaku salah seorang penyunting dan kontributor. Buku itu meme- nangkan penghargaan “Choice’s Outstanding Academic Title 2010.” Bersama Suratmin menulis buku berjudul Biografi AR Baswedan: Membangun Bangsa, Merajut Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2014). Selain itu, ada beberapa buku yang disuntingnya dalam bahasa Indonesia. Sebagian karyanya bisa dibaca di https://independent.academia.edu/DidiKwartanada