Prisma

Picture of Emilianus Yakob Sese Tolo

Emilianus Yakob Sese Tolo

dilahirkan di Ekosoza, Kecamatan Boawae, Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, 28 November 1985. Menamatkan S-1 (2008) di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores; meraih gelar Master (2011) bidang Ilmu Administrasi Publik di Magister Administrasi Publik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan tesis berjudul “Governing REDD+: A Prerequisite Analysis A Potential REDD+ Implementation in Kabupaten Maluku Tengah”; dan Master (2018) bidang Studi Pembangunan dari the University of Melbourne, Australia, dengan tesis berjudul “Agrarian Change in Rural Flores, Indonesia: Class Dynamics, the Dynamics of Accumulation and International Labour Migration.” Bekerja sebagai penerjemah Inggris-Indonesia dan peneliti di Rumah Norwegia, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta (2008-2009); peneliti di Magister Ilmu Administrasi Publik UGM (2012-2016). Sempat menjadi New Mandala Indonesia Fellow, the Australian National Uni- versity’s College of Asia and the Pacific, Canberra, Australia (2018-2019). Dalam satu dekade terakhir kerap melakukan penelitian berkait isu perubahan agraria, migrasi, kemiskinan, perubahan iklim, pembangunan infrastruktur, budaya politik, politik lokal dan desentralisasi. Beberapa hasil penelitiannya diterbitkan oleh sejumlah media massa nasional dan lokal serta majalah dan jurnal ilmiah. Selain menulis sejumlah karya ilmiah-populer di New Mandala (the Australian National University, Australia) dan Indonesia at Melbourne (the University of Melbourne, Australia), dosen Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT (sejak Agustus 2019) ini juga kerap menulis cerita pendek.