Prisma

Picture of I Gusti Agung Ayu Ratih

I Gusti Agung Ayu Ratih

dilahirkan di Mengwi, Bali, 19 Maret 1966. Menyelesaikan studi S-1 (1989) di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang). Sempat mengajar di Jurusan Bahasa Inggris FKIP Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (1989-1990). Melanjutkan studi dan meraih gelar MA (1993) bidang studi Sejarah Asia Tenggara dari University of Wisconsin-Madison, AS. Kembali ke Tanah Air pada 2004 dan bergabung dengan Yayasan Pusat Studi HAM (Yapusham) serta melakukan sejumlah riset tentang kondisi narapidana di LP Cipinang dan LP Tangerang. Ikut mendirikan Jaringan Kerja Budaya (JKB), Jakarta, dan membidani lahirnya majalah Media Kerja Budaya. Pada akhir 1999, bersama sejarawan John Roosa, mengorganisasi riset sejarah lisan dengan mengumpulkan cerita korban kekerasan massal 1965-1966. Aktif membantu Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRK), Forum Solidaritas untuk Timor Lorosae (Fortilos), Sanggar Anak Akar, dan Suara Ibu Peduli. Bersama beberapa sejarawan, mendirikan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI, 2003). Pernah bekerja sebagai tenaga ahli di Komnas Perempuan (2005-2008). Penulis “Rushdie dan Pramoedya: Bersimpangnya Narasi tentang Bangsa,” dalam Jurnal Kebudayaan Kalam (1995); salah satu penyunting buku Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (2004); Juru Pidato Kebudayaan bertajuk “Kita, Sejarah, Kebhinekaan: Merumuskan Kembali Keindonesiaan” (TIM, 2008), salah satu penulis buku Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia (2008), dan buku Kita Bersikap: Empat Dasawarsa Kekerasan terhadap Perempuan dalam Perjalanan Bangsa (2009). Sejak 2014, melanjutkan studi S-3 di Interdisciplinary Studies Graduate Program, University of British Columbia, Kanada.