Prisma

Picture of Jaya Suprana

Jaya Suprana

lahir di Denpasar, Bali, 27 Januari 1949. Budayawan, filantropis, pemerhati masalah sosial, pianis, komponis, kartunis, penulis, presenter, kelirumolog, humorolog, dan pengusaha ini adalah pendiri, anggota, sekaligus Ketua Perhimpunan Pencinta Humor (Pertamor). Pada 1995, memperoleh gelar PhD honoris causa bidang Ilmu Sosial dari Pacific Western University, Amerika Serikat. Lulus dengan predikat terbaik di bidang pianoforte dari musik Musikhochschule, Muenster, Jerman (1970). Kompilasi sebagian besar karya musik penggagas dan pendiri Museum Rekor Indonesia, yang sekarang lebih dikenal sebagai Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri, 27 Januari 1990) itu diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Musik dalam bentuk album “The Complete Works of Jaya Suprana.” Bersama Aylawati Sarwono, mendirikan lembaga pendidikan seni pertunjukan “Jaya Suprana School of Performing Arts” (2009) serta Paguyuban Wayang Orang Indonesia Pusaka. Karya-karya kartun pria yang pernah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dalam menyelenggarakan Simposium Internasional Filsafat Indonesia (2014) itu, dimuat di berbagai media cetak dan dibukukan dengan judul Jaya Suprana: Kumpulan Kartun (1996). Tokoh Humor Nasional pilihan pembaca majalah Humor (1996) itu, juga dikenal sebagai penulis produktif, antara lain, Kaleidoskopi Kelirumolog (1997); Kaleidoskopi Kelirumologi Reformasi (1998); Antologi Kelirumologi (2005); Ensiklopedi Kelirumologi (2009); Naskah-naskah Kompas (2009); Pedoman Menuju Tidak Bahagia (2010), Humorologi (2013); Kelirumologi Genderisme (2014); Naskah-naskah Kemanusiaan (2018), dan lain-lain.

Humor di Tengah Masyarakat

Sebelum berbicara, apalagi membahas tentang sesuatu, seyogyanya terlebih dahulu perlu mengenal dan memahami makna bahan sasaran yang akan kita bicarakan