Sri Lestari Wahyuningroem
biasa disapa Ayu atau Lewe, menyelesaikan studi doktoralnya sebagai penerima beasiswa Australian Leadership Award (ALA) di Departemen Political and Social Change, Australian National University (ANU) pada 2018 dengan disertasi berjudul “From State to Society: Transitional Justice and Democratization in Indonesia”. Sebelumnya, meraih gelar Master of Art (MA) Teori Politik dari Central European University (CEU), Hongaria, dengan beasiswa dari CEU. Fokus tesisnya saat itu adalah politik identitas dan keterwakilan politik perempuan di Indonesia. Gelar Sarjana Ilmu Politik (SIP) diperoleh dari Universitas Indonesia (UI) dengan skripsi tentang kekerasan militer terhadap perempuan pada masa Daerah Operasi Militer (DOM) Aceh tahun 1989-1998. Sejak akhir 2018 mengajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta 2018, setelah sebelumnya menjadi dosen tidak tetap di Universitas Indonesia selama 17 tahun (sejak 2001). Aktif menulis artikel di sejumlah jurnal internasional dan nasional serta beberapa bab buku, termasuk Civil Society in Global South (Routledge, 2018, disunting oleh Palash Kamruzzaman) dan The Indonesian Genocide of 1965: Causes, Dynamics, Legacies (Palgrave MacMillan, 2018, disunting oleh Katharine McGregor dkk). Pernah bergabung dengan sejumlah aktivis mahasiswa dan turut mengambil bagian di bidang gerakan sosial di Indonesia akhir tahun 1990-an. Selain menaruh perhatian di bidang studi gender, demokrasi, hak asasi manusia, dan perdamaian, juga aktif dalam advokasi serta pernah terlibat sebagai salah satu organisator Pengadilan Rakyat Internasional 1965 (IPT 65).