Sri Margana
dilahirkan di Klaten, 15 Oktober 1969. Kepala Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (sejak 2017) dan Holder of Van Leur Chairs dalam bidang Early Modern History of Indonesia di Universitas Leiden, Negeri Belanda (sejak 2019). Memperoleh gelar Doktor di Universitas Leiden Belanda (2007) dengan disertasi “Java’s Last Frontier: The Struggle for the Hegemony of Blambangan c 1763-1813". Sejak 1998 mengabdi sebagai dosen di Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada dengan mengembangkan spesialisasi di bidang sejarah awal modern Indonesia dengan minat khusus pada pemanfaatan sumber-sumber kolonial dan naskah-naskah Jawa dalam penulisan sejarah Jawa. Penulis buku Pujangga Jawa dan Bayang-bayang Kolonial (Pustaka Pelajar, 2011), Kraton Surakarta dan Yogyakarta (Pustaka Pelajar, 2011), Ujung Timur Jawa: Pere- butan Hegemoni Blambangan, 1763-1813 (Pustaka Ifada, 2012). Kontributor artikel “Outsiders and Stigma: Reconstruction of Local Identity in Banyu- wangi”, dalam Susan Legêne, Bambang Purwanto, Henk Schulte Nordholt (eds.), Sites, Bodies and Stories: Imagining Indonesian History (Singapore: NUS Press, 2015); “Caught Between Empire: The Exile of Sultan Hameng- kubuwana II and the Babad Mangkudiningratan”, dalam Ronit Ricci, Exile in Colonial Asia: Kings, Convicts, Commemoration (University of Hawai»i Press, 2016). Artikel terbarunya adalah “Religion, Communism, and Ratu Adil: Colonialism and Propaganda Literature in 1920s Yogyakarta”, dalam Wacana, Vol. 20, No. 2, 2019.