Prisma

Picture of Supartiningsih

Supartiningsih

lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 23 Juli 1972. Menyele- saikan S-1 (1995) dan S-2 (2000) Ilmu Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada 2012, meraih gelar Doktor Ilmu Filsafat dari UGM dengan disertasi berjudul “Pandangan Jürgen Habermas tentang Ruang Publik (Public Sphere) dalam Kaitannya dengan Pluralitas Agama.” Menulis sejumlah buku, baik secara pribadi maupun bersama, di antaranya Teori Evolusi Sosial Jürgen Habermas (2007); Pengantar Filsafat Sosial (2007); Multikul- turalisme dalam Perspektif Filsafat Sosial (2009), Pluralitas Agama dalam Ruang Publik (2013), Antologi Pemikiran Filsafat Kontemporer (2013, karya bersama), Filosofi Rumah Gadang Minangkabau sebagai Basis Nilai dalam Pengelolaan Lingkungan (2015, karya bersama), Model Penyembuhan Tra- disional Jawa ala Wong Pinter di Temanggung (2016, karya bersama). Selain itu, kerap menulis artikel dalam beberapa jurnal, di antaranya “Konsep Ajjo- areng Joa’ dalam Tatanan Sosial Masyarakat Bugis” (Jurnal Filsafat, 2010), “Dimensi Simbol Rumah Gadang Minangkabau” (Jurnal Filsafat, 2015), “Javanese Traditional Healing as Practised by wong Pinter in Temanggung Central Java” (Indonesian Studies Journals, Monash University, karya ber- sama, 2017), “Analisis Implementasi Keadilan Sosial Pancasila pada Populasi Anak Penyandang HIV/AIDS di Yogyakarta” (Jurnal Filsafat, karya bersama, 2019)), “The Values of Gadang House in Minangkabau Society Through Symbolic Analysis (Jurnal Internasional OPCION, karya bersama, 2019). Kini menjabat sebagai Ketua Departemen Filsafat Barat di Fakultas Filsafat UGM yang mengampu mata kuliah Filsafat Sosial, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan.