Sutami Amin
Sutami Amin adalah seorang akuntan, peneliti, dan pembelajar studi agraria kritis di Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang banyak melakukan kerja dan advokasi hak-hak masyarakat adat Papua serta memperjuangkan hak-hak masyarakat atas lingkungan yang baik dan sehat. Pria kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Agustus 1996 ini, aktif sebagai redaktur di Islam Bergerak—media kolektif yang memuat isu-isu keislaman terkini melalui kacamata ekonomi-politik—dan menjadi anggota lingkar studi Red Books Literature. Selain itu, menjadi peneliti tamu di Agrarian Resource Center (ARC), Bandung, dengan fokus pada penelitian agraria, ekonomi-politik, dan spekulasi finansial. Menulis beberapa artikel, antara lain, “’Hantu Teriak Hantu’: Sebuah Surat Terbuka untuk Ketua HMI Badko Sulselbar” (Juni 2020); (bersama Giovanni Austriningrum) “Demystifying Indigeneity: Notes on Capitalist Relations in Wambon Indigenous Communities at Papua,” dalam https://thecontrapuntal.com/demystifying-indigeneity/, 5 April 2023; “Hidup dalam Reruntuhan: Ekstraktivisme Agraria di Keerom Papua,” dalam IndoPROGRESS, 27 Mei 2024; dan sebagainya.