Prisma

Picture of Tri Agus Susanto

Tri Agus Susanto

lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 13 Agustus 1963. Menyelesaikan jenjang S-1 (1992) Jurusan PMP-KN di IKIP Jakarta (sekarang, Universitas Negeri Jakarta) dan S-2 (2009) Program Manajenen Komunikasi Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Pernah bergabung di majalah InfoBank dan majalah berita mingguan Editor. Ikut mendirikan Yayasan Pijar pada 1989 (kini Pijar Indonesia), dan melalui yayasan ini menggandeng Lembaga Humor Indonesia (LHI) serta majalah Humor menjadi Ketua Panitia Pekan Humor Indonesia (PHI). Dalam diskusi PHI bulan September 1992, Abdurrahman Wahid tampil sebagai pembicara dengan topik “Suksesi dan Humor.” Menulis dan menerbitkan buku Mati Ketawa Cara Timor Leste (2002) dengan kata pengantar Xanana Gusmao; Geerr Aceh Merdeka (GAM) (2003); Humor Pemilu 2004 (2005); Senyum Dikulum Tsunami (2005). Pada 2011, menerbitkan buku Sekadar Mendahului: Bunga Rampai Kata Pengantar KH Abdurrahman Wahid (2011). Pada 2018, mengikuti program residensi penulis di Robert Bosch Stifftung, Berlin, Jerman. Program itu berupa penelitian yang membandingkan humor politik Jerman Timur era sebelum unifikasi dengan humor politik Indonesia era Orde Baru. Pada tahun yang sama, menjadi pembicara “Humor Sebagai Trauma Healing Peristiwa 1965” di Amsterdam, Negeri Belanda. Sejak 2011 menjadi staf pengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta. Sering menulis kolom humor di situs www.indeksberita.com.

Gus Dur dan Humor

Hakikat pemikiran Abdurrahman Wahid, biasa disapa Gus Dur, adalah humor. Gus Dur dan humor bagai dua sisi mata uang yang