Zainal Abidin Bagir
yang dilahirkan di Surakarta, Jawa Tengah, adalah pengajar di Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (sejak 2002), dan Direktur Consortium for Inter- religious Studies, Yogyakarta. Meraih gelar Doktor dari Department of History and Philosophy of Science, Indiana University, Amerika Serikat, setelah sebelumnya tamat dari Institut Teknologi Bandung (1992) dan memperoleh gelar Master (1994) bidang Islamic Philosophy and Science dari International Institute of Islamic Thought and Civilization, ISTAC, Kuala Lumpur. Dua minat akademik utamanya adalah pengelolaan keragaman agama dalam demokrasi serta agama dan ekologi. Di antara publikasi terakhirnya adalah Kerukunan dan Penodaan Agama: Alternatif Penyele- saian Masalah (2017), Membatasi Tanpa Melanggar Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Indonesia (ditulis bersama Asfinawati, Suhadi dan Renata Arianingtyas, 2018) sebuah bab tentang politik dan hukum terkait pengelolaan agama di Indonesia dalam Routledge Handbook of Contemporary Indonesia (2018) dan sebuah bab mengenai Islam dan ekologi dalam Routledge Handbook of Religion and Ecology (2017). Bersama Robert W Hefner (Boston University) terlibat dalam kolaborasi penelitian yang menghasilkan buku berjudul Indonesian Pluralities: Religion, Citizenship and Democracy (segera terbit, 2020) dan serial enam film dalam topik yang sama (seri pertama telah didistribusikan dengan judul Atas Nama Percaya, mengenai tema yang dibahas dalam artikelnya pada edisi ini).