Buruhtani dan garis kemiskinan
Komentar ini ditujukan pada Prisma edisi “Kesempatan Kerja”, No. 9, September 1976. Masalahnya begitu menarik, tulisan yang satu dengan yang lain saling berkait. Menurut data yang sudah diumumkan rata-rata GDP per kapita untuk 40% penduduk berpendapatan terendah diperkirakan sebesar US 51,sedangkanuntuk4051,sedangkanuntuk40 110 dan US 365.Denganmemperhatikanbahwagariskemiskinanabsolutmenuruntingkatharga1973diperkirakanUS365.Denganmemperhatikanbahwagariskemiskinanabsolutmenuruntingkatharga1973diperkirakanUS 75 per kapita, maka berarti lebih dari 40% penduduk Indonesia tingkat pendapatan masyarakat di bawah garis kemiskinan absolut. Pendapatan terendah US $ 51 berarti setara dengan Rp 21.165,— atau sekitar 300 kg beras pada tingkat harga 1973. Nilai upah riil pencangkul di Subang (Jawa Barat); Melang dan Kendal (Jawa Tengah) pada musim kemarau 1972 adalah 2,4 kg beras. Berbeda keadaannya di kala musim hujan 1972/73 pada saat mana tenaga kerja di perdesaan sedang berlimpah ruah, pencangkul hanya menerima upah riil sebanyak 1,3 kg beras per hari. Ini suatu pertanda bahwa berdas musim, beda pula upah yang diterima pencangkul. Dengan demikian berarti, bahwa untuk menjadi anggota golongan yang berpendapat terendah (40% penduduk), si pencangkul harus meluangkan sekitar 150 hari-kerja agar ia sempat berada dalam golongan ini.
Lain halnya dengan pengelas besi di Jakarta, yang menurut Agus Sudono upahnya Rp 75,— sehari. Ia harus menghabiskan 300 hari kerja agar terikut pada golongan 40% berpendapatan terendah itu. Apabila data yang dikemukakan di atas mewakili apa yang sesungguhnya terjadi, maka bisa dikatakan bahwa jerat kemiskinan di kota lebih susah dikendurkan dibanding dengan di pedesaan. Pertanyaan yang tidak kurang menarik ialah: tersediakan lapangan kerja di pedesaan agar buruhtani dapat bekerja sedikitnya 150 hari per tahun? Berapa upah minimum agar ia terikut pada garis kemiskinan absolut? Lapangan pekerjaan apa dan macam teknologi mana yang sempat menyerap tenaga kerja? Dan keakhilan apakah yang disyaratkan agar mereka dapat ikut serta dalam pekerjaan termaksud?