
Serangan terhadap Kemiskinan Dunia: Masalah Pembangunan Pedesaan, Pendidikan, dan Kesehatan. Bank Dunia: John Hopkins University Press, 1975, xi + 425 halaman.
Sebagai kelanjutan dari pidato Presiden Bank Dunia, Robert McNamara, kepada Dewan Gubernur, yang diungkapkan di Nairobi, Kenya, pada tanggal 24 September 1973, telah disiapkan suatu rencana besar-besaran untuk memerangi kemiskinan di dunia. Dalam hal ini rencana Bank Dunia tersebut ditujukan pada pembangunan pedesaan, oleh karena—demikian pemikirannya—di daerah pedesaanlah tinggal sebagian besar dari penduduk miskin di negara-negara yang sedang berkembang. Secara khusus rencana besar-besaran tersebut ditujukan untuk membantu para petani kecil. Yang dimaksud dengan petani kecil adalah mereka yang memiliki tanah pertanian kurang dari lima hektar. Menurut perhitungan Bank Dunia jumlah tersebut meliputi sekitar 100 juta keluarga atau sekitar 700 juta orang.
Dalam rencana tersebut diajukan argumentasi sebagai berikut: Petani yang memiliki tanah di bawah lima hektar melarat oleh karena produksi pertaniannya rendah. Oleh sebab itu, kalau hendak memperbaiki nasibnya maka sebaiknya petani kecil dibantu agar dapat meningkatkan produksinya. Berdasarkan fakta bahwa:
- selama dasawarsa yang baru lalu laju pertumbuhan produksi petani kecil hanya mencapai 2,5 persen per tahun;
- pada tahun 1970 petani kecil di Jepang mencapai tingkat produktivitas sebesar 6.720 kilogram padi-padian per hektar, di Afrika sebesar 1.270 kilogram, di Asia 1.750 dan di Amerika Latin sebesar 2.060 kilogram per hektar;
maka tujuan rencana Bank Dunia adalah peningkatan produksi petani kecil di negara-negara yang sedang berkembang dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5 persen per tahun. Dengan demikian maka produksi petani kecil akan dapat menjadi dua kali lipat antara tahun 1985 dan 2000.
McNamara mengemukakan kesadarannya bahwa tidak ada yang mengetahui cara penyampaian perbaikan dalam teknologi dan faktor-faktor produksi lainnya kepada 100 juta petani kecil yang terpencar-pencar itu, lebih-lebih petani kecil yang bercocok tanam di tanah kering.