Prisma

Kegiatan Ilmiah

Teknologi tepat untuk kesehatan

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan baru-baru ini menyelenggarakan lokakarya penelitian teknologi tepat dalam usaha pembangunan kesehatan masyarakat desa. Jenis teknologi dan kegiatan-kegiatannya dirasakan perlu diperinci untuk melengkapi strategi penciptaan desa yang sehat. Peserta lokakarya ini terdiri dari organisasi-organisasi swasta dari pusat dan daerah yang telah memiliki pengalaman penelitian pembangunan kesehatan masyarakat desa, dan para pejabat instansi serta lembaga-lembaga pemerintah. Penyelenggaraan lokakarya tersebut dibantu oleh Unicef. Lokakarya ini bertujuan mengidentifisir masalah kesehatan yang tampak menyolok di pedesaan; menentukan population at risk serta cara intervensi untuk mengatasi masalah kesehatan termasuk pengembangan teknologi tepat. Hambatan-hambatan dalam pelayanan kesehatan yang meliputi aspek manajemen, penerimaan masyarakat dan masalah pembiayaan juga diusahakan untuk diketahui.

Peran-serta masyarakat Lokakarya telah merumuskan teknologi yang mengangkut peran-serta (sikap yang secara sadar dan aktif untuk turut serta mewujudkan suatu program atau kegiatan) dari masyarakat. Peran-serta ini merupakan hasil motivasi terhadap pengertian dan kesadaran akan manfaat peran-sertanya sendiri. Kegiatan yang dapat ditunjang oleh peran-serta masyarakat itu antara lain berupa usaha-usaha penimbangan bayi dan anak, taman gizi, penerangan KB, kebersihan lingkungan/perumahan, mengumpulkan penduduk untuk immunisasi, perawatan dan pengembangan samijaga, pembagian pil fero, kontrasepsi, pos kebersihan desa dan sebagainya. Lokakarya berpendapat, karena Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) adalah bagian pembangunan desa yang memiliki kondisi berbeda-beda, maka senantiasa digunakan pendekatan pengembangan masyarakat. Ini berarti bahwa pengembangan PKMD senantiasa harus dimulai dari kebutuhan yang dinyatakan masyarakat itu sendiri. Pendekatan edukatif dalam hal ini dirasa perlu, supaya masyarakat mampu merumuskan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan menyusun rencana untuk mengatasinya.

Hambatan-hambatan Lokakarya berhasil mengidentifisir beberapa hambatan, baik yang terdapat pada aparat pemerintah, maupun yang ada dalam masyarakat sendiri. Yang berasal dari aparat pemerintah antara lain: kurangnya pengertian tentang desa; birokrasi dalam administrasi; tendensi paternalistik; kurangnya kesadaran untuk aktif membina daerah; dan lebih banyak berorientasi pada anggaran daripada program. Dalam masyarakat sendiri diidentifisir hambatan: pola hidup tradisionil; tingkat hidup di bawah garis kemiskinan; dan kesulitan geografis. Namun demikian, lokakarya mengemukakan pula beberapa aspek yang bersifat menunjang. Dari pihak pemerintah antara lain: iktikad untuk meratakan pelayanan kesehatan; adanya usaha koordinasi antar departemen; makin mantapnya LSD; sistem UDKP; kebijaksanaan edukatif yang non formal; serta meningkatnya bantuan Inpres. Kegotongroyongan masyarakat dipandang sebagai faktor penunjang. Demikian pula organisasi-organisasi yang dapat menampung program; sikap masyarakat yang makin terbuka berkat komunikasi; serta tumbuhnya kesadaran untuk lebih maju

Penyehatan pemukiman Penyakit yang berhubungan dengan buruknya keadaan pemukiman di pedesaan seperti vector-borne diseases, water-borne, masih merupakan masalah untuk desa-desa. Masalah pemukiman ini perlu dihubungkan pula dengan ekologi pedesaan serta pendidikan penduduk yang masih rendah, serta ekonomi pertanian yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karenanya strategi perbaikan kesehatan pemukiman harus disesuaikan pula dengan tingkat perkembangan serta kemampuan penduduk yang berbeda-beda antara satu daerah dengan yang lainnya. Usaha perbaikan kesehatan pemukiman ini digambarkan sebagai tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah karena terbatasnya tenaga dan dana. Di sini peran-serta masyarakat perlu diandalkan.

[image_974087.jpg]

Yang dimaksud dengan teknologi dalam hal ini adalah pengetahuan untuk menggunakan daya cipta manusia dalam menggali sumber-sumber daya serta memanfaatkannya untuk peningkatan kesejahteraan. Teknologi yang tepat adalah yang murah, dapat diterima masyarakat, efektif dan tersebar. Untuk kegiatan ini, sudut pandangan yang tepat harus menurut subyek yang ditinjau, dan terbagi dalam 3 jenis:

  1. Hardware technology (dengan subyek: alat dan benda-benda) misalnya air minum (sumur pompa, sanitasi air sumur yang sudah ada, pemakaian pipa bambu dan sebagainya); pembuangan kotoran; drainasi/menghilangkan tempat berkembang-biaknya nyamuk; perumahan; sanitasi makanan; kebersihan perorangan; dan pencemaran lingkungan.
  2. Software technology (dengan subyek: cara-cara). Dari sudut penerapan teknologi tepat, diperlukan penciptaan suasana yang serasi. Masyarakat harus disiapkan untuk menerima pengetahuan-pengetahuan baru. Dalam rangka usaha menyiapkan masyarakat ini ada dua hal yang perlu diperhatikan: yakni “nilai-nilai yang berlaku” dan “penerapan teknologi”. Untuk hal ini penyelenggaraan penyehatan lingkungan pemukiman didasarkan pada usaha swadaya masyarakat dengan bantuan pemerintah. Bimbingan dilaksanakan melalui tahap persiapan (termasuk penelitian), penerangan, penyuluhan (supaya masyarakat menguasai keterampilan teknis, dan tahap pembinaan.
  3. Teknologi sosial (yang menjadi subyek adalah orang, hubungan antara anggota masyarakat, dan sebagainya). Penyehatan pemukiman terutama diarahkan pada tercapainya syarat minimum bagi suatu kehidupan yang layak dengan memenuhi syarat-syarat kesehatan, susila dan teknik. Pengelolaannya didasarkan pada usaha swadaya masyarakat sendiri dengan pembinaan oleh pemerintah. Kegiatan ini ditujukan pada masyarakat yang kurang mampu dengan usaha-usaha penyehatan lingkungan bagi masyarakat desa swadaya, dan penyehatan sarana yang dapat menunjang kemampuan masyarakat bagi desa swasembada.

Penyuluhan kesehatan Lokakarya ini merumuskan, bahwa penyuluhan kesehatan haruslah dengan pendekatan-pendekatan edukatif, bukan sekedar penyebaran informasi saja. Ia harus dapat memacu proses diseminasi dan utilisasi. Tentang teknologi tepat untuk pemeliharaan kesehatan, lokakarya membuat pengelompokan menjadi 3 bagian: penyakit menular; masalah gizi; dan penyakit-penyakit lain.

Penyakit menular Lokakarya juga menilai teknologi yang sekarang digunakan, antara lain untuk beberapa penyakit. Penemuan penderita malaria terjadi melalui pemeriksaan darah, dan diusahakan memberikan obat anti malaria, penyemprotan dan ciling untuk membunuh larva nyamuk dewasa, dan buat masalah ini tenaga yang terlatih dirasakan kurang. Penderita penyakit cacing (ankylost dan ascariasis) ditemukan di Sumatera Barat, Jawa Barat dan Yogyakarta. Keadaan lingkungan memiliki masalah jamban keluarga, dan tenaga terlatih untuk bidang ini masih dirasakan kurang. Untuk penyakit diare (kolera, salmonellasis dan sebagainya) diberikan obat tetracycline dan juga rehydrasi. Lingkungan daerahnya memerlukan kaporisasi sumber air minum, samijaga, dan perbaikan air minum. Untuk masalah ini tindakan sering dilakukan terlambat, karena laporan yang diterima tidak datang lebih dini. Masyarakat senantiasa terlambat menyampaikan laporan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan