Prisma

Persoalan dan Perkembangan Pemikiran dalam Teori Pembangunan

Sejak permulaan dasawarsa ini, teori-teori pembangunan yang begitu optimistis dari dekade sebelumnya makin sering dipersoalkan orang, terutama sehubungan dengan kegagalan model lama itu untuk meratakan hasil pertumbuhan. Maka berbagai model baru mulai diperkembangkan, mulai dari “pertumbuhan dengan pemerataan” yang dianggap tidak lebih dari resep lama tentang pertumbuhan yang berimbang itu, sampai kepada munculnya paradigma ketergantungan, pendekatan kebutuhan pokok dan konsep berdikari. Ismid Hadad berusaha menggambarkan perkembangan pemikiran itu dan menguraikan duduk soal masing-masing teori serta kelebihan dan kekurangannya.

Istilah “pembangunan” dewasa ini semakin berkembang laksana mukjizat. Ia mengandung begitu banyak makna, mempunyai fungsi begitu berganda, menimbulkan begitu banyak harapan, tetapi juga membawa perdebatan yang tak habis-habisnya di kalangan masyarakat yang semakin meluas. Namun, apapun makna, fungsi dan harapan yang terkait pada istilah tersebut, senantiasa ada suatu nilai positif yang melekat atau dilekatkan padanya. Hampir tidak ada pihak yang mengatakan bahwa pembangunan itu jelek, karena ada semacam kesepakatan umum bahwa pembangunan itu harus otomatis baik. Pasti bermanfadi. Padahal, kalau ditengok riwayat perkembangannya, pengertian “pembangunan” itu tidak lain daripada “perubahan”, yang bisa mengandung arti dan efek yang positif maupun negatif. Tergantung pada apa dan siapa yang diubah, serta bagaimana perubahan itu terjadi. Demikian pula halnya dengan pembangunan, perlu dilihat dulu pembangunan macam apa? Dengan cara bagaimana? Pernyataan itu penting, karena ada cara dan bentuk pembangunan, atau kini lebih populer: ada model-model pembangunan, yang dalam perjalanan sejarah terbukti telah mencelakakan rakyat banyak.

Tulisan ini mencoba menyajikan sejumlah permasalahan dan pemikiran, yang dalam beberapa tahun belakangan ini mendominir pembahasan mengenai “pembangunan” dan “keterbelakangan” masyarakat, khususnya di negara-negara sedang berkembang. Akan diantarkan secara singkat di sini perkembangan beberapa konsep, strategi dan teori pembangunan, yang selama hampir tiga dasawarsa terakhir ini telah menjadi fokus pembahasan para ahli serta sangat mewarnai keadaan negara-negara berkembang di Dunia Ketiga dan situasi internasional pada umumnya. Laporan ini baru bersifat sketsa dan catatan awal yang masih kasar dan disajikan secara agak populer sekedar untuk memberi gambaran umum bagi pembaca yang bukan ahli. Ia disusun dari berbagai bahan literatur yang sempat terkumpul kan, namun sebagian besar diantaranya disadur dari buku karya Bjorn Hettne yang berjudul Current Issues in Development Theory1 dengan beberapa perubahan dan tambahan yang disesuaikan dengan maksud dan tema Prisma nomor ini.


1 Bjorn Hettne, Current Issues in Development Theory, SAREC Report No. R: 1978, (Gothenburg: Swedish Agency for Research Cooperation with Developing Countries, 1978).

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan