Pengantar Redaksi
Pemukiman adalah titik awal tetapi sekaligus titik akhir. Dari sana kegiatan sehari-hari dimulai dan di sana pula diakhiri. Relevansi dari
Pemukiman adalah titik awal tetapi sekaligus titik akhir. Dari sana kegiatan sehari-hari dimulai dan di sana pula diakhiri. Relevansi dari
Pasti banyak pembaca yang heran, mungkin juga gusar, mengapa jurnal Prisma jadi begitu “tidak ilmiah” dengan menyajikan nomor tentang sex
Pada setiap mobil, traktor, kapal laut, pesawat terbang, atau roket yang ke bulan – minyak. Di balik kemegahan setiap pabrik,
Kumpulan desa dan kota, itulah Indonesia. Tentu di antaranya ada hutan, laut, gunung, rawa-rawa dan pulau-pulau kecil, tapi tempat-tempat itu
Ali Sadikin benar. Masalah pendidikan ibarat banjir. Setiap tahun ia datang melanda kehidupan masyarakat kita. Setiap tahun, ratusan ribu bahkan
Memasuki tahun 1976 ini, Prisma menampilkan wajahnya yang serba baru. Bukan hanya wajah kulit depannya yang—mudah-mudahan—lebih menarik, juga penyajian isi
Di penghujung tahun 1975 ini, Prisma mengajak pembaca untuk membahas masalah yang akhir-akhir ini semakin sering diperbincangkan orang: gagasan pembentukan
Redaksi Prisma kali ini ingin mengajak sidang pembaca untuk membahas, setidaknya mengkaji suatu topik khusus mengenai kaum wanita. Tetapi mengapa
I Tiba-tiba, dunia modern dilanda krisis. Serangkaian krisis berkecamuk dan datang melanda sekaligus: krisis moneter, krisis energi, krisis sumber alam,
Menteri Agama Prof. Mukti Ali beberapa waktu yang lalu menyampaikan kritik kepada Prisma. Bahwa sebagai jurnal pembahasan masalah-masalah sosial-ekonomi, Prisma
Indonesia tidak akan pernah sepi dari masalah-masalah ekonomi pertanian. Lihat saja bulan November yang baru lewat, pemerintah begitu risau melihat
Masalah kesehatan masyarakat bagaikan sebuah dunia yang tertutup rapat: selama ini ia seperti monopoli para dokter yang kalaupun sempat menulis,
Sejauh mungkin, jurnal ini berusaha menyuguhkan nomor-nomor yang membahas berbagai permasalahan Indonesia, sesuai dengan tingkat perkembangan masalah pembangunan yang sedang
Pada mulanya adalah komunikasi. Di dalam konteks pembangunan, ungkapan ini mendapatkan tempat yang lebih penting lagi: karena dalam pembangunan yang
Indonesia memang bukan hanya Jakarta. Maka membangun Indonesia seharusnya berarti membangun bagian terbesar wilayah daerah-daerah di luar ibukota RI. Ini
Dalam nomor ini Prisma mengajak pembaca untuk membahas satu tema sentral: Indonesia tahun 2000. Suatu proyeksi pemikiran jangka panjang, yang
Anda sadari atau tidak, namun dengan nomor ini, jurnal dwi-bulanan Prisma menginjak tahun penerbitannya yang ke empat. Sejak nomor perkenalan
Bagaimana dunia dewasa ini telah terancam krisis akibat dahsyatnya ledakan jumlah penduduk yang makin menguras sumber-sumber alam & enerji serta
Apabila jurnal nomor ini sampai ke tangan pembaca, REPELITA I sudah sampai di ambang titik akhir, sementara puncak kesibukan persiapan
Nomor ini adalah penerbitan nomor ekstra. Artinya di luar enam kali nomor standard terbit Prisma dalam setahun. Selain itu isi
Menjelang tutup tahun 1973 ini, pada saat seluruh lapisan masyarakat mulai menimbang-nimbang berapa besarnya hasil Pembangunan Lima Tahun Pertama dan
Masalah remaja dan anak-anak terlalu dahsyat untuk sekedar dibiarkan menjadi kerepotan rutin orang tua, para pendidik, polisi ataupun dinas sosial.
Desa bukan saja tulangpunggung kota, bahkan merupakan jantung dan tulangpunggung perekonomian Indonesia. Sebab sampai kini lebih dari 81% penduduk republik
Tidak ada karya besar yang dijadikan tumpuan harapan dari begitu banyak orang seperti halnya pembangunan dewasa ini. Masing-masing orang meletakkan
Bulan April 1973 adalah awal masa kerja Kabinet Pembangunan II yang dibentuk dan dipimpin oleh Presiden Suharto dan Wakil Presiden
Mempersiapkan suatu pembahasan masalah-masalah hubungan internasional dan politik luar negeri Indonesia di masa depan, dalam satu edisi penerbitan pada waktu
Ada cukup alasan untuk memilih masalah urbanisasi dan problim pengembangan perkotaan di Indonesia, sebagai satu topik penerbitan nomor khusus majalah
Suasana suram, tidak hanja membajangi prospek masalah-masalah perekonomian dan kondisi hidup Indonesia jang makin pelik dilihat dari dalam, tapi juga
Kemadjuan jang benar-benar berarti, pada achirnja tergantung pada industrialisasi. Kata-kata ini begitu sering diutjapkan oleh negarawan Nehru pada tahun 1950-an.
BELAKANGAN ini pembahasan2 mengenai masalah2 pembangunan Indonesia, terasa mendekati tingkat dan proporsi jang lebih berat. Pertanjaan2 dalam problim perekonomian kita
PRISMA nomor ini terbit dengan pembahasan chusus terhadap bidang dan masalah2 jang disebut Pendidikan. Sampai saat ini, orang Indonesia atau
PEMBANGUNAN Indonesia jang berdjalan kini merupakan proses satu arah jang dipompa dari atas, ataukah ada djuga gerak dari bawah? Djawabannja
Sedjak tahun 1966, bahkan djuga tahun2 sebelum itu, kita selalu dihadapkan pada problema2 pelik jang memerlukan aksi dan pemetjahan seketika,
B.J. HABIBIE tidak sendirian dalam kekesalannya kepada para ekonom. Seperti halnya para insinyur dan ahli teknologi lainnya, dia ingin cepat
PADA minggu keempat November 1971, majalah ini pertama kali terbit, dan sejak itu hingga edisi ke-155 ini, Prisma dengan setia
Bukan cuma ekonom, semua orang juga paham arti pentingnya uang. Namun orang Indonesia mungkin lebih merasakan apa artinya tidak punya
Asas itu sungguh sederhana, dan begitu didambakan pelaksanaannya, tapi bagaikan mustahil diwujudkan dalam kenyataan. Ketika Republik ini lahir, para pendirinya
Antonio Gramsci adalah seorang intelektual Marxis — humanis berkebangsaan Itali. Dalam tulisan-tulisan awalnya, sebagaimana juga halnya Lenin dan Lukacs, dia
Apa yang membedakan bangsa maju dengan bangsa terbelakang? Di mana perbedaan negara berkembang dengan negara sedang berkembang? Hampir semua literatur,
Kesuraman itu bukan hanya terbayang di depan mata, tapi sudah menyelinap ke dalam kehidupan ekonomi kita saat ini dan akan
Bukan urbanisasi itu benar yang terasa mencemaskan. Namun proses pemiskinan yang cenderung dibiarkan menyertai kehidupan mayoritas penghuni kota-kota itulah yang
Sejak zaman dulu juga sudah ada para Empu, Guru dan Begawan yang selalu hadir di sekitar tahta kerajaan. Nasehat kaum
Pelita IV merupakan batu ujian terberat dalam sejarah pembangunan Orde Baru. Karena sejak pertumbuhan ekonomi kita anjlog dari 7,9 persen
Sektor swasta nasional yang mandiri, belum pernah mampu menumbuhkan akarnya yang kukuh di negeri ini. Kalaupun ada yang sempat menjadi
Akibat resesi ekonomi, beban pembangunan semakin terasa berat bila dipikul pemerintah saja, sementara sumber-sumber dana dan bantuan luar-negeri kian sulit
Rumusan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tak pernah lepas dari kondisi waktu dan keadaan di mana negara dan masyarakatnya berada.
Deklarasi Roma untuk memperingati Hari Pangan Sedunia Kedua (Oktober 1982) menyerukan diakhirinya kelaparan di seluruh dunia pada tahun 2000 melalui