Prisma

Picture of Ismid Hadad

Ismid Hadad

lahir di Surabaya tahun 1940, adalah perintis dan Pemimpin Redaksi/ Penanggungjawab jurnal Prisma, serta konsultan untuk proyek-proyek pengembangan sumberdaya manusia. Pendidikannya diperoleh dari Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Indonesia (hingga 1966), International Institute for Journalism di Berlin barat (1969), Universitas Princeton di AS (1980-81) dan gelar MPA dari Universitas Harvard (1982). Bekas anggota pendiri dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian KAMI (1966-1971) itu, juga ikut merintis berdirinya LP3ES dan menjabat Wakil Direktur LP3ES (1973-76) dan Direktur LP3ES (1976-1980). Selain menulis untuk berbagai media penerbitan dan forum pertemuan nasional dan internasional, juga berpengalaman luas mengurus berbagai organisasi kemahasiswaan, organisasi profesi dan kemasyarakatan, seperti: Wakil Ketua Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI, 1968-71), Ketua Biro Penerangan KAMI Pusat (1966-69), Ketua Umum Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia (PRSSNI, 1974-75), Sekretaris Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIS, 1975-79), anggota Tim Koordinator Asian Cultural Forum on Development (ACFOD, Bangkok, 1976-79), Ketua Pengurus Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI, 1979-80 dan 1982-83) dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 1968 hingga kini. Selain itu juga mengajar sebagai dosen luar-biasa pada Departemen Komunikasi Massa, FIS-Universitas Indonesia (1976-80).

Pengantar Redaksi

Pemukiman adalah titik awal tetapi sekaligus titik akhir. Dari sana kegiatan sehari-hari dimulai dan di sana pula diakhiri. Relevansi dari

Pengantar Redaksi

Pasti banyak pembaca yang heran, mungkin juga gusar, mengapa jurnal Prisma jadi begitu “tidak ilmiah” dengan menyajikan nomor tentang sex

Pengantar Redaksi

Pada setiap mobil, traktor, kapal laut, pesawat terbang, atau roket yang ke bulan – minyak. Di balik kemegahan setiap pabrik,

Pengantar Redaksi

Kumpulan desa dan kota, itulah Indonesia. Tentu di antaranya ada hutan, laut, gunung, rawa-rawa dan pulau-pulau kecil, tapi tempat-tempat itu

Pengantar Redaksi

Ali Sadikin benar. Masalah pendidikan ibarat banjir. Setiap tahun ia datang melanda kehidupan masyarakat kita. Setiap tahun, ratusan ribu bahkan

Pengantar Redaksi

Memasuki tahun 1976 ini, Prisma menampilkan wajahnya yang serba baru. Bukan hanya wajah kulit depannya yang—mudah-mudahan—lebih menarik, juga penyajian isi

Pengantar Redaksi

Di penghujung tahun 1975 ini, Prisma mengajak pembaca untuk membahas masalah yang akhir-akhir ini semakin sering diperbincangkan orang: gagasan pembentukan

Pengantar Redaksi

Redaksi Prisma kali ini ingin mengajak sidang pembaca untuk membahas, setidaknya mengkaji suatu topik khusus mengenai kaum wanita. Tetapi mengapa

Pengantar Redaksi

Menteri Agama Prof. Mukti Ali beberapa waktu yang lalu menyampaikan kritik kepada Prisma. Bahwa sebagai jurnal pembahasan masalah-masalah sosial-ekonomi, Prisma

Pengantar Redaksi

Indonesia tidak akan pernah sepi dari masalah-masalah ekonomi pertanian. Lihat saja bulan November yang baru lewat, pemerintah begitu risau melihat

Pengantar Redaksi

Masalah kesehatan masyarakat bagaikan sebuah dunia yang tertutup rapat: selama ini ia seperti monopoli para dokter yang kalaupun sempat menulis,

Pengantar Redaksi

Sejauh mungkin, jurnal ini berusaha menyuguhkan nomor-nomor yang membahas berbagai permasalahan Indonesia, sesuai dengan tingkat perkembangan masalah pembangunan yang sedang

PENGANTAR REDAKSI

Pada mulanya adalah komunikasi. Di dalam konteks pembangunan, ungkapan ini mendapatkan tempat yang lebih penting lagi: karena dalam pembangunan yang

Pengantar Redaksi

Indonesia memang bukan hanya Jakarta. Maka membangun Indonesia seharusnya berarti membangun bagian terbesar wilayah daerah-daerah di luar ibukota RI. Ini

Pengantar Redaksi

Dalam nomor ini Prisma mengajak pembaca untuk membahas satu tema sentral: Indonesia tahun 2000. Suatu proyeksi pemikiran jangka panjang, yang

Pengantar Redaksi

Anda sadari atau tidak, namun dengan nomor ini, jurnal dwi-bulanan Prisma menginjak tahun penerbitannya yang ke empat. Sejak nomor perkenalan

PENGANTAR REDAKSI

Bagaimana dunia dewasa ini telah terancam krisis akibat dahsyatnya ledakan jumlah penduduk yang makin menguras sumber-sumber alam & enerji serta

PENGANTAR REDAKSI

Apabila jurnal nomor ini sampai ke tangan pembaca, REPELITA I sudah sampai di ambang titik akhir, sementara puncak kesibukan persiapan

PENGANTAR REDAKSI

Nomor ini adalah penerbitan nomor ekstra. Artinya di luar enam kali nomor standard terbit Prisma dalam setahun. Selain itu isi

PENGANTAR REDAKSI

Menjelang tutup tahun 1973 ini, pada saat seluruh lapisan masyarakat mulai menimbang-nimbang berapa besarnya hasil Pembangunan Lima Tahun Pertama dan

PENGANTAR REDAKSI

Masalah remaja dan anak-anak terlalu dahsyat untuk sekedar dibiarkan menjadi kerepotan rutin orang tua, para pendidik, polisi ataupun dinas sosial.

PENGANTAR REDAKSI

Desa bukan saja tulangpunggung kota, bahkan merupakan jantung dan tulangpunggung perekonomian Indonesia. Sebab sampai kini lebih dari 81% penduduk republik

PENGANTAR REDAKSI

Tidak ada karya besar yang dijadikan tumpuan harapan dari begitu banyak orang seperti halnya pembangunan dewasa ini. Masing-masing orang meletakkan

PENGANTAR REDAKSI

Bulan April 1973 adalah awal masa kerja Kabinet Pembangunan II yang dibentuk dan dipimpin oleh Presiden Suharto dan Wakil Presiden

PENGANTAR REDAKSI

Mempersiapkan suatu pembahasan masalah-masalah hubungan internasional dan politik luar negeri Indonesia di masa depan, dalam satu edisi penerbitan pada waktu

PENGANTAR REDAKSI

Ada cukup alasan untuk memilih masalah urbanisasi dan problim pengembangan perkotaan di Indonesia, sebagai satu topik penerbitan nomor khusus majalah

PENGANTAR REDAKSI

Suasana suram, tidak hanja membajangi prospek masalah-masalah perekonomian dan kondisi hidup Indonesia jang makin pelik dilihat dari dalam, tapi juga

PENGANTAR REDAKSI

Kemadjuan jang benar-benar berarti, pada achirnja tergantung pada industrialisasi. Kata-kata ini begitu sering diutjapkan oleh negarawan Nehru pada tahun 1950-an.

PENGANTAR REDAKSI

BELAKANGAN ini pembahasan2 mengenai masalah2 pembangunan Indonesia, terasa mendekati tingkat dan proporsi jang lebih berat. Pertanjaan2 dalam problim perekonomian kita

PENGANTAR REDAKSI

PRISMA nomor ini terbit dengan pembahasan chusus terhadap bidang dan masalah2 jang disebut Pendidikan. Sampai saat ini, orang Indonesia atau

PENGANTAR REDAKSI

PEMBANGUNAN Indonesia jang berdjalan kini merupakan proses satu arah jang dipompa dari atas, ataukah ada djuga gerak dari bawah? Djawabannja

PENGANTAR REDAKSI

Sedjak tahun 1966, bahkan djuga tahun2 sebelum itu, kita selalu dihadapkan pada problema2 pelik jang memerlukan aksi dan pemetjahan seketika,

Teknologi untuk Melayani Siapa?

B.J. HABIBIE tidak sendirian dalam kekesalannya kepada para ekonom. Seperti halnya para insinyur dan ahli teknologi lainnya, dia ingin cepat

Pengantar Redaksi

PADA minggu keempat November 1971, majalah ini pertama kali terbit, dan sejak itu hingga edisi ke-155 ini, Prisma dengan setia

Manfaat Uang dan Bank

Bukan cuma ekonom, semua orang juga paham arti pentingnya uang. Namun orang Indonesia mungkin lebih merasakan apa artinya tidak punya

Nasib Otonomi Daerah

Asas itu sungguh sederhana, dan begitu didambakan pelaksanaannya, tapi bagaikan mustahil diwujudkan dalam kenyataan. Ketika Republik ini lahir, para pendirinya

Ideologi Ditengok Kembali

Antonio Gramsci adalah seorang intelektual Marxis — humanis berkebangsaan Itali. Dalam tulisan-tulisan awalnya, sebagaimana juga halnya Lenin dan Lukacs, dia

Lepas Landas

Apa yang membedakan bangsa maju dengan bangsa terbelakang? Di mana perbedaan negara berkembang dengan negara sedang berkembang? Hampir semua literatur,

Ke Mana Harus Berpaling?

Kesuraman itu bukan hanya terbayang di depan mata, tapi sudah menyelinap ke dalam kehidupan ekonomi kita saat ini dan akan

Paradoks Pertumbuhan Kota

Bukan urbanisasi itu benar yang terasa mencemaskan. Namun proses pemiskinan yang cenderung dibiarkan menyertai kehidupan mayoritas penghuni kota-kota itulah yang

Yang Ahli dan Yang Berkuasa

Sejak zaman dulu juga sudah ada para Empu, Guru dan Begawan yang selalu hadir di sekitar tahta kerajaan. Nasehat kaum

Selamat Siang, Pak Menteri!

Pelita IV merupakan batu ujian terberat dalam sejarah pembangunan Orde Baru. Karena sejak pertumbuhan ekonomi kita anjlog dari 7,9 persen

Akar Swasta: Di Mana?

Sektor swasta nasional yang mandiri, belum pernah mampu menumbuhkan akarnya yang kukuh di negeri ini. Kalaupun ada yang sempat menjadi

GBHN 1983

Rumusan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tak pernah lepas dari kondisi waktu dan keadaan di mana negara dan masyarakatnya berada.

Kerawanan Perut

Deklarasi Roma untuk memperingati Hari Pangan Sedunia Kedua (Oktober 1982) menyerukan diakhirinya kelaparan di seluruh dunia pada tahun 2000 melalui