Prisma

Pengantar Redaksi

Masalah kesehatan masyarakat bagaikan sebuah dunia yang tertutup rapat: selama ini ia seperti monopoli para dokter yang kalaupun sempat menulis, umumnya hanya terbatas pada segelintir publikasi ilmiah yang ditujukan untuk kalangan pembaca terbatas – itupun sekedar membahas aspek-aspek medis dari suatu penyakit belaka. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masalah kesehatan masyarakat telah menjadi sebuah rahasia, justru pada saat masalah ini semakin langsung dirasakan dan hangat dibicarakan di kalangan masyarakat luas. Jurnal Prisma merasa gembira bukan semata-mata karena telah mencoba menyingkapkan tabir misteri ini dengan mengetengahkan masalah ini secara terbuka di hadapan pembaca dalam satu nomor khusus tentang persoalan “Kesehatan Masyarakat”. Lebih dari itu, Prisma sebenarnya ingin ikut serta menyumbangkan berbagai gagasan dan pemikiran di bidang kesehatan masyarakat yang kini mendapat perhatian lebih besar dari pada sebelumnya, sebagaimana tercermin dari Rencana Pembangunan Lima Tahun ke II yang sedang berlangsung dewasa ini.

Problematik kesehatan masyarakat di negara sedang berkembang seperti Indonesia sesungguhnya cukup luas dan sukar pemecahannya. Ia dipengaruhi oleh faktor kemiskinan, berhubungan erat dengan tingkat pendidikan dan adat kebiasaan serta teknologi modern dan sudah tentu, tidak dapat dipisahkan dari aspek medis pengobatan dan pencegahan penyakit. Sebagai jurnal yang sejak semula merasa terlibat dengan persoalan-persoalan pembangunan ekonomi, perkembangan sosial dan perubahan kulturil, maka masalah kesehatan masyarakat ini, rasanya terlalu penting untuk luput begitu saja dari pembahasan Prisma. Selain berkaitan erat dengan berbagai aspek dalam isi dan konteks Pembangunan Lima Tahun secara keseluruhan, pengembangan sektor kesehatan juga dipengaruhi oleh aspek-aspek pembangunan di sektor lain. Dengan kata lain, kegagalan atau keberhasilannya juga dipengaruhi oleh hasil-hasil di lain bidang. Maka letak titik permasalahannya adalah bagaimana agar program dan proyek bidang kesehatan ini terpadu erat dan menjadi bagian yang integral dari pembangunan dalam keseluruhannya, dan tidak memberikan kesan bahwa sektor ini sekedar untuk melengkapi ataupun membulatkan rencana pembangunan.

Pada satu fihak, diperlukan perencanaan sektor kesehatan yang dilakukan bersama dan sekaligus dengan perencanaan di sektor lain, sementara proses penyelenggaraannya dilakukan secara seksama pula. Pada fihak lain, aparat dan organisasi, fasilitas dan tenaga kesehatan – termasuk para dokter dan spesialis – tidak memandang masalah kesehatan masyarakat sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi dan malahan tergantung keberhasilannya pada apa yang dicapai di sektor-sektor lain. Kesadaran timbal balik semacam ini sangat penting untuk menjamin integrasi pembangunan sebagai satu totalitas.

Luas dan rumitnya permasalahan kesehatan masyarakat kiranya dirasakan pula oleh fihak Redaksi Prisma. Redaktur tamu dr. Kartono Mohamad bukan hanya berjasa membantu Prisma dengan menyusun sebuah tulisan pengantar. Sejak penentuan dan perencanaan kerangka isi, Kartono Mohamad telah ikut aktif memilih topik-topik permasalahan berdasarkan problematik yang dihadapi masyarakat Indonesia dan lepas sejenak dari pembagian berdasarkan “tujuh pokok kesehatan masyarakat” yang lazim berlaku di bidang ilmu pengetahuan kedokteran. Sudah tentu, memilih di antara alternatif permasalahan yang demikian luas bukanlah pekerjaan mudah. Maka seyogyanya kalau dalam penerbitan kali ini, karena berbagai alasan, sejumlah topik luput dari pembahasan.

Dalam penerbitan Prisma No. 6 mendatang, para pembaca akan disajikan pembahasan masalah-masalah aktuil di bidang pertanian, termasuk pula aspek-aspek masalah kehutanan, peternakan dan perikanan yang cukup banyak dibicarakan dewasa ini.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan