Sejauh mungkin, jurnal ini berusaha menyuguhkan nomor-nomor yang membahas berbagai permasalahan Indonesia, sesuai dengan tingkat perkembangan masalah pembangunan yang sedang berlangsung ataupun yang akan kita hadapi. Hanya dengan garis kebijaksanaan redaksionil demikian, jurnal ini akan dapat menjamin kedekatan pembaca dengan aktualitas masalah pembangunan republik ini yang memang memerlukan pemikiran dan partisipasi kita bersama. Kendati begitu, kebijaksanaan tersebut bukannya tanpa risiko kesulitan. Sebab untuk bisa mengikuti dan mengantisipasikan gerak dan denyut perkembangan masalah pembangunan nasional secara tepat, jelas memerlukan persyaratan pokok berupa ketepatan data informasi, kelengkapan latar belakang masalah, dan arah kebijaksanaan pemerintahan, yang sayangnya belakangan ini makin sukar diperoleh. Lebih sulit lagi adalah usaha mencari dan memperoleh penulis-penulis yang kompeten, punya waktu dan kesediaan untuk menuliskan pengetahuan, informasi dan pengamatannya tentang masalah-masalah pembangunan yang secara khusus perlu diungkapkan kepada masyarakat. Akibatnya, pengasuh jurnal ini tak bisa lain kecuali membuat beberapa kompromi: mengamati, membahas dan menyajikan nomor-nomor penerbitan dan tulisan-tulisan dari sumber informasi dan penulis yang serba terbatas. Ini berarti bahwa dari segi mutu penerbitan, kwalitas tulisan dan kedalaman analisa, tidak selalu bisa diharapkan yang maksimal. Demikianlah dewasa ini kita bisa mengamati bahwa proses pembangunan nasional telah mencapai suatu momentum kegiatan negara yang dari segi kwantitas luar biasa besarnya, secara kwalitatif berbeda dan jauh lebih berat sifatnya, serta harus ditempuh dalam tempo yang lebih pesat laju perkembangannya. Momentum kegiatan dan sasaran REPELITA II ini dalam kenyataannya tak bisa lain harus dicapai dan dilaksanakan oleh aparatur yang dipunyai negara sekarang. Dan pada titik ini terasa bahwa untuk mengejar karya dan cita-cita besar REPELITA II itu mutlak diperlukan aparatur pemerintahan yang lebih efisien dan efektif, mutlak diperlukan cara kerja dan peralatan administrasi yang sepenuhnya mampu menunjang sasaran pembangunan tersebut. no, berdasarkan pengamatan inilah pada tahun awal dimulainya REPELITA II ini, Prisma tergugah untuk menyajikan suatu pembahasan khusus mengenai masalah “Administrasi Pembangunan”, tetapi yang juga tak luput dari beberapa kesulitan seperti diungkapkan di atas. Selain para ahli kita di bidang administrasi pembangunan masih bisa dihitung dengan jari, juga pejabat yang kompeten seperti Menteri Negara urusan Penerbitan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Dr. J.B. Sumarlin yang semula akan memberikan sumbangannya untuk nomor ini, akhirnya tak bisa memenuhi keinginan pembaca karena kesibukan-kesibukannya yang ternyata sangat meningkat pada bulan-bulan yang lewat. Bagaimanapun kenyataan ini makin menguatkan alasan kami untuk menyoroti masalah administrasi pembangunan, yang ternyata kini cukup aktuil dan relevan, baik dari segi kebijaksanaan pembangunan maupun dari minat masyarakat.
Dalam hubungan ini kita patut bergembira atas kesediaan dan bantuan Dr. S.B. Joedono, seorang tokoh muda yang dari segi rekord akademis dan profesinya cukup punya otoritas untuk berbicara dan bertindak selaku redaktur tamu Prisma untuk nomor administrasi pembangunan ini. Apa urgensinya dan bagaimana relevansi pembahasan masalah administrasi pembangunan itu bagi kita sekarang, mengapa dipilih topik-topik dan kasus-kasus masalah seperti dimuat disini serta bagaimana kaitan antara artikel-artikel tersebut, dengan jelas dan populer telah diuraikan Sdr. S.B. Joedono dalam kata pengantarnya pada halaman berikut ini.
Di samping beberapa segi dan kasus masalah administrasi pembangunan, penerbitan Prisma nomor ini juga dilengkapi dengan dua buah artikel yang terlalu penting untuk dilewatkan begitu saja oleh pembaca yang menaruh minat terhadap masalah-masalah strategis dalam suatu model pembangunan nasional. Yang menarik dari dua karangan oleh dua orang sarjana dari luar negeri ini ialah bahwa yang pertama berupa suatu analisa kwantitatif berdasarkan data empiris mengenai beberapa segi struktur sosial-ekonomi di Jawa, dan yang satu lagi membawa kita pada suatu diskusi dan analisa kwalitatif mengenai pendekatan baru dalam strategi pembangunan, berdasarkan pengalaman sejarah dan tantangan-tantangan besar yang kini dihadapi negara-negara maju dan sedang berkembang. Penulis Dwight Y. King, dari pengamatannya selama bekerja di Biro Pusat Statistik, Jakarta, ingin menunjukkan bahwa dari data statistik yang ada – sekalipun data yang bersifat sekunder – dapat dilihat hubungan yang erat antara tingkat urbanisasi, literasi (mereka yang bisa membaca dan menulis), media massa dan industrialisasi yang ternyata memiliki pengaruh penting terhadap tingkat partisipasi rakyat dalam program-program pembangunan di daerah Jawa. Sedangkan penulis terkemuka Barbara Ward, dalam gagasannya ingin mengajak kita pada pemikiran dan diskusi yang sedang hangat dewasa ini di tingkat internasional mengenai masalah bantuan luar negeri dan strategi pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan negara-negara sedang berkembang. Adalah menarik sekali bahwa kesimpulan dan saran Barbara Ward untuk menggeser arah pembangunan dari “strategi pertumbuhan ekonomi” kepada “strategi pemenuhan kebutuhan rakyat yang paling mendesak”, bila kita perhatikan – dalam batas-batas tertentu – agak mirip dengan arah dan sasaran pembangunan Indonesia dalam REPELITA I dalam peralihannya kini pada REPELITA II.
Bagi pembaca yang agak cermat mengikuti perkembangan Prisma, pasti akan melihat bahwa dalam nomor ini terdapat beberapa perubahan tata-rias halaman isi. Usaha perbaikan dan penyempurnaan mutu penerbitan ini masih akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Namun perubahan dan perbaikan apapun terhadap wajah dan isi Prisma, seyogyanya tak boleh kami lakukan sendiri. Tanggapan, selera, keinginan dan kebutuhan pembaca Prisma tentu harus kami perhatikan. Untuk itulah pada bulan-bulan mendatang, penerbit jurnal ini merencanakan suatu survey pembaca Prisma, yang sangat kami harapkan dapat dibantu sepenuhnya oleh para langganan, pembaca dan peminat Prisma di daerah-daerah di mana survey tersebut akan diselenggarakan.
Pada nomor berikutnya (No. 5/Oktober 1974) Prisma akan menyajikan nomor khusus tentang “Masalah Kesehatan Masyarakat”.