Prisma

Pengantar Redaksi

Anda sadari atau tidak, namun dengan nomor ini, jurnal dwi-bulanan Prisma menginjak tahun penerbitannya yang ke empat. Sejak nomor perkenalan yang terbit akhir tahun 1971, sebanyak 20 kali nomor penerbitan Prisma dengan setia mengunjungi pembaca secara teratur dan kontinyu. Kalau tahun 1972 Prisma terbit dengan oplah rata-rata 5.000 eksemplar, maka pada nomor terakhir penerbitannya tahun 1974, oplah Prisma telah mencapai jumlah 11.000 eksemplar. Tetapi kemajuan Prisma tidak hanya bisa diukur dari meningkatnya oplah melebihi dua kali lipat dalam jangka waktu tiga tahun itu saja. Sebab ternyata, Prisma memperoleh tempat terhormat dan juga menunjang kebutuhan bacaan bagi kaum cerdik cendekia, baik di kalangan perguruan tinggi dan swasta maupun pejabat pemerintahan, yang tersebar di hampir semua kota di seluruh Indonesia. Kenyataan yang sangat membesarkan hati ini–bahwa penerbitan jurnal ini dapat memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat Indonesia yang terdidik akan bacaan ilmiah populer–didukung oleh hasil penelitian pembaca Prisma yang diselenggarakan LP3ES pada bulan September sampai dengan November 1974 yang lalu. Ringkasan hasil penelitian itu–yang kami muat dalam terbitan nomor ini–memberikan gambaran profil pembaca Prisma serta menunjukkan berbagai tanggapan dan kritik pembaca terhadap penerbitan Prisma selama tiga tahun terbit. Menginjak tahun ke empat, dengan bekal hasil penelitian dan tanggapan pembaca Prisma tersebut, pengasuh jurnal ini memperoleh pengalaman dan pedoman yang lebih mantap untuk menyempurnakan isi, mutu dan wajah Prisma, yang semuanya dimaksudkan untuk memperbaiki pelayanan terhadap kebutuhan pembaca. Banyak sekali data dan informasi serta tanggapan dan kritik dari 1.250 responden di enam kota besar itu, yang dapat digunakan untuk menyempurnakan kekurangan dan kelemahan Prisma selama ini. Wajah baru kulit muka Prisma mulai nomor ini antara lain adalah hasil usaha perbaikan yang kami coba lakukan berdasarkan hasil penelitian tersebut.

Sudah tentu tidak semua usul dan saran perbaikan yang perlu dan relevan dapat dipenuhi redaksi dan penerbit; untuk itu perlu waktu dan proses. Satu hal tak bisa ditunda: pelaksanaan kenaikan harga eceran dan langganan jurnal ini menjadi Rp. 300,– per eks. Meningkatnya biaya penerbitan dan demi kelangsungan penerbitan secara sehat, maka subsidi LP3ES selama tiga tahun ini perlu diperkecil dengan menaikkan harga jual.

Lembaran baru penerbitan Prisma tahun 1975 ini kami buka dengan pembahasan masalah pemindahan teknologi dan juga perkembangan kebijaksanaan riset di Indonesia. Terbitan-terbitan Prisma sebelumnya telah banyak membahas masalah pembangunan ekonomi dan sosial yang berhubungan dengan faktor modal, tenaga kerja, pendidikan, perkembangan desa dan kota. Kini, menjelang tahun ke dua REPELITA II, kiranya sudah saatnya kita memikirkan faktor teknologi untuk pembangunan ini. Masalah yang dibahas menyangkut sampai sejauh mana penemuan, pemindahan dan penerapan teknologis dikaitkan dan diintegrasikan ke dalam pembangunan dan mampu diserap oleh masyarakat. Ini berarti proses pemindahan teknologi tidak bisa hanya dibiarkan bergerak sendiri, spontan, lamban dan tak beraturan. Pemindahan teknologi perlu direncanakan secara sadar dan terarah, melibatkan segala sumber-daya, menembus batas-batas geografis dan kemanfaatan, serta dilaksanakan dengan pilihan jenis, cara dan bentuk yang serasi dengan kondisi waktu dan daya kemampuan masyarakat.

Kami sajikan pula kebijaksanaan penelitian yang telah dirumuskan oleh Menteri Negara urusan Riset, yang menyangkut pola kebijaksanaan dan prioritas riset jangka pendek meliputi sektor pertanian, industri dan pertambangan serta bidang-bidang lintas-sektoral, serta perspektif penelitian jangka panjang yang memberi gambaran perkembangan sumber daya ekonomi dari manusia, kekayaan alam, dan teknologi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan