Prisma

Pengantar Redaksi

PERKEMBANGAN ekonomi negara-negara Asia Timur memang mengundang perhatian, kekaguman dan sekaligus pertanyaan. Apakah kunci kesuksesan negara-negara di Asia Timur tersebut? Keunggulan dalam hal kualitas sumberdaya manusia, etos kerja dan manajemen usaha ternyata adalah jawabannya.

Keberhasilan ekonomi Jepang sangat mengesankan dunia. Produk manufaktur dan teknologi negeri ini pun sudah mengalahkan Amerika Serikat. Jepang kini sudah menjadi kekuatan ekonomi raksasa yang mendunia; modal pengusaha Jepang tertanam di banyak negara. Gaya manajemen Jepang menyebar di perusahaan-perusahaan joint venture yang membuka bisnis usaha di berbagai negara Asia, Eropa dan Afrika.

Korea Selatan, Hongkong, Taiwan dan Singapura ternyata juga mampu mengikuti jejak Jepang. Bagaikan “burung elang” negara-negara di kawasan Asia Timur tersebut telah terbang membuntuti Jepang sebagai Newly Industrializing Countries (NICs) dalam percaturan ekonomi internasional. Kesuksesan mereka juga disorot oleh banyak pengamat ekonomi. Gaya manajemen perusahaan negara-negara kawasan ini, terutama gaja manajemen Korea Selatan, konon menjadi salah satu kunci kesuksesan perekonomian Korea Selatan.

Perkembangan perekonomian Amerika Serikat dan Jepang memang juga ditunjang oleh pengembangan falsafah manajemen mereka sendiri, selain dukungan keunggulan kualitas sumberdaya manusia. Perindustrian Amerika Serikat maju karena penerapan teori X dan Y, sedangkan keunggulan industri Jepang di pasar global karena memakai falsafah teori Z. Kalau teori X menilai sikap manusia terhadap pekerjaan sangat pasif sehingga memerlukan penerapan standarisasi pekerjaan, pengawasan serta sistem penggajian berdasarkan prestasi, maka teori Y menilai bahwa apabila manusia diberi motivasi yang cukup mereka cenderung menikmati pekerjaan secara aktif dan kreatif.

Kemajuan Jepang memang didukung oleh penerapan manajemen teori Z. Gaya manajemen ini menekankan efisiensi teknologi dalam budaya Jepang melalui gerakan Quality Control, Just In Time dan lain-lain. Memang teori ini telah mampu meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan di Jepang. Mereka merajai dunia.

Bagaimanakah gaya manajemen negara-negara NICs lainnya? Korea Selatan memang mengembangkan gaya manajemen Teori W. Ada satu hal yang menarik dalam gaya mereka. Pemimpin diterima bukan karena pangkat dan wibawa, melainkan karena keteladanan, rasa sehidup semati yang timbul dalam kesusahan. Faktor-faktor inilah yang menimbulkan etos kerja yang tinggi.

Bagaimana gaya manajemen Indonesia untuk menjadi negara industri baru di masa depan? Banyak pelajaran bisa dipetik dari berbagai gaya manajemen tersebut. Redaksi

_________________________________________________________

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS. ISSN 0301-6269. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/ D.I/1986, 4 Maret 1986

Pemimpin Umum: Arselan Harahap Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa

Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia Produksi: Arys Sutarman (Manajer), Awan Dewangga (Wakil Manajer), Yahya Sukaria, Idjas Saham, Teguh Supriyanto Pemasaran: Maruto MD. (Pjs. Manajer), M. Sholeh (Wakil Manajer) Iklan: Arys Sutarman Tata Usaha: Sudartoto (Kepala), Achmad Rifai, Masita Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420 Kotak Pos 6275/11062 Telepon Redaksi: 5663525 Pemasaran/Iklan: 5663527 Tata Usaha: 5667139, 5667141, 5674211 Fax.: (021) 5683785 Bank: BUKOPIN Cabang S. Parman Jakarta No. Rekening 14.0010. 2.003 BNI Cabang Senayan Jakarta No. Rekening 001.284.001 Pencetak: PT. Temprint (isi di luar tanggungjawab percetakan)

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan