Populisme kanan sedang menggejala di berbagai negara dan memakai fasilitas demokrasi untuk tujuan-tujuan yang kerap anti-demokratis. Gerakan itu mendestabilisasi negara hukum demokratis dengan strategi disinformasi lewat media sosial dan menerjang prosedur. Tulisan ini menunjukkan kaitan antara kebangkitan populisme kanan dalam negara hukum demokratis dan problem ketimpangan sosial. Kemenduaan antara intimitas dan pengkhianatan terhadap demokrasi akan tetap bertahan ketika gerakan itu sampai pada puncak kekuasaan dan menggagalkan tujuan awalnya.
Kata Kunci: establishment, massa, negara hukum, populisme, prosedur