Fransisco Budi Hardiman
lahir di Semarang, Jawa Tengah, 31 Juli 1962. Menempuh pendidikan filsafat (sarjana strata satu) di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta (1984-1988) dan bekerja sebagai pendidik di Seminari Wacana Bhakti, Jakarta (1988-1989). Menempuh pendidikan teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (1989-1990) dan mengajar di STF Driyarkara (1990-1992). Melanjutkan studi di Hochschule für Philosophie München, Jerman dan meraih gelar Magister der Philosophie (1997) dengan tesis berjudul “Demokratie als Diskurs. Zu Jürgen Habermas Diskurstheorie der demokratischen Rechtsstaates”. Gelar Doktor der Philosophie diperolehnya dari perguruan tinggi yang sama pada 2001 dengan disertasi berjudul “Die Herschaft der Gleichen. Masse und totale Herrschaft. Eine kritische Ûberprüfung der Texte von Georg Simmel, Hermann Broch, Elias Canetti und Hannah Arendt.” Sekembalinya dari studi, mengajar di STF Driyarkara dan Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Pokok perhatiannya adalah filsafat politik, filsafat sains, etika, dan sejarah filsafat. Menulis belasan buku, antara lain, Demokrasi Deliberatif: Menimbang Negara Hukum dan Ruang Publik Menurut Jurgen Habermas (2009); Humanisme dan Sesudahnya: Meninjau Ulang Gagasan Besar Tentang Manusia (2010); Massa, Teror, dan Trauma: Menggeledah Negativitas Masyarakat Kita (2011). Dalam Moncong Oligarki: Skandal Demokrasi di Indonesia (2013); Seni Memahami (2015); Filsafat untuk Para Profesional (penyunting, 2016); dan Demokrasi dan Sentimentalitas: Dari “Bangsa Setan-setan”, Radikalisme Agama sampai Post-sekularisme (2018).