Prisma

Menggali Pancasila sebagai Filsafat Politik

Di tengah-tengah zaman “milenial” belakangan ini yang ditandai oleh berkembang suburnya paham keagamaan radikal dan paham sekularistis serta relativistis, kita ditantang mengembangkan pemikiran yang tidak terjebak ke dalam salah satu kutub. Sejak awal, “jalan tengah” itu telah dimiliki oleh bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Tulisan ini memberi sebuah rekomendasi metodologis untuk mengaktualisasi dan mengembangkan filsafat Pancasila dalam konteks “baru.” Sebagai filsafat politik, Pancasila adalah sebuah diskursus rasional yang bertolak dari fakta kemajemukan. Karena itu, kita perlu mengupas dunia-kehidupan (Lebenswelt) kultural dan mengeksplisitkan wawasan dunia (Weltanschauung) untuk merumuskan gambaran dunia (Weltbild) bangsa Indonesia yang sanggup mewadahi kemajemukan nilai dan cara hidup di dalamnya. Interseksi berbagai wawasan dunia dan tegangan-tegangan kreatif di dalamnya menjadi locus philosophicus bagi gambaran dunia yang dirumuskan filsafat Pancasila untuk merespons kompleksitas masyarakat kontemporer.

Kata Kunci: diskursus rasional, filsafat Pancasila, Lebenswelt, Weltanschauung, Weltbild

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan