Kekhawatiran akan besarnya kekuasaan para pemilik media di Indonesia semakin nyata memasuki pertengahan dekade kedua abad ke- 21. Para pemilik media terjun ke dunia politik dan membuat sebagian besar media mereka menghasilkan pemberitaan yang tidak berimbang dan bias. Tulisan ini memaparkan bahwa kekhawatiran tersebut tak perlu dibesar-besarkan karena ada dan telah terciptanya kondisi penonton yang cerdas serta kemunculan media sosial yang mampu mengimbangi informasi media mainstream.
Kata kunci: pemilik media, politisi, Pemilu 2014, audiens aktif