Ignatius Haryanto
lahir di Bandung, Jawa Barat, 23 Maret 1969.Meraih gelar S-1 bidang Ilmu Komunikasi Massa dari Universitas Indonesia (1994). Akhir 1998 hingga akhir 2000 melanjutkan studi ke National University of Singapore pada jurusan Southeast Asian Studies Programme. Pada 2012, menamatkan studi magister Filsafat Sosial Budaya dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta. Minat penelitiannya menyangkut bidang ekonomi-politik media massa, kepemilikan media, freedom of information (FOIA), Intellectual Property Rights (IPR), dan perkembangan industri media di Indonesia. Pernah bekerja sebagai wartawan (1994-2003) di beberapa majalah berita mingguan nasional. Aktif menulis berbagai artikel di media massa dan sejumlah jurnal terkait masalah media, jurnalisme, dan komunikasi. Pada 1994, bersama beberapa kawan mendirikan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) dan menjadi Direktur Eksekutif LSPP (2007-2014). Menulis dan menyunting puluhan buku di antaranya Wartawan Lokal, Wartawan Handal: Buku Panduan bagi Pelatihan Wartawan Lokal (2005); Aku Selebriti Maka Aku Penting (2006); dan Indonesia Raya Dibredel (2006), selain kontributor buku Politics and the Media in Twenty-First Century Indonesia: Decade of Democracy (2011); dan Jurnalisme Era Digital: Tantangan Industri Media abad 21 (2014). Menjadi Ombudsman Harian Kompas (2008-2020) serta anggota Dewan Etik dan Profesi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta (2018-2021). Kini, tengah menyelesaikan studidoktoral di Jurusan Komunikasi, FISIP Universitas Indonesia.