Tulisan ini hendak mengulas apakah Pancasila sebagai ideologi masih bisa bertahan dalam perkembangan dunia yang telah menjadi suatu jejaring antar-anggota masyarakat dan jejaring antar-bangsa. Apakah Pancasila tidak menjadi usang ketika perkembangan globalisasi terjadi dan pertukaran informasi berkembang dengan sangat pesat. Khusus untuk Indonesia, apakah Pancasila masih tetap relevan dalam konteks pasca-Orde Baru yang kadang kala ditingkahi keriuhan sosial di pelbagai wilayah di Indonesia.
“Identity which is not rooted in experience is fantasy, not identity” – Manuel Castells
Kata Kunci: identitas, globalisasi, jejaring informasi, universalisme, partikularisme