“Sumpah Pemuda” dalam sejarah kita mempunyai pengaruh dalam negarabangsa. Tulisan ini tidak bermaksud mengupas tentang bagaimana Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menjadi landasan ontologis imajinasi Indonesia sebagai negara-bangsa. Fokusnya adalah istilah “pemuda” yang membentuk frasa politik di Hindia-Belanda pada dasawarsa pertama dan kedua abad ke-20. Frasa ini menjadi jendela dalam meneropong periode antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II dalam membangun pengertian tentang persoalan zaman, dan karakter politik periode tersebut yang diwakili dengan kemunculan frasa pemuda dalam politik pergerakan.