Prisma

Dari “Timur Asing” ke “Orang Indonesia” Pemuda Tionghoa dan Arab dalam Pergerakan Nasional (1900-1942)*


* Penulis mengucapkan terima kasih kepada Satyasuryawan dan Evelyne Yudiarti atas masukan dan bantuannya. Namun, si artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis.

Pemerintah kolonial mengotak-ngotakkan kelompok etnis di Hindia- Belanda menjadi Golongan Eropa, Timur Asing dan Pribumi. Kebijakan devide et impera ini efektif mencegah kemungkinan munculnya persatuan yang berpotensi membahayakan kekuasaan pemerintah kolonial. Tidak mengherankan bila kemunculan nasionalisme di Indonesia pada awal abad ke-20 diwarnai dengan primordialisme amat kental di antara masing-masing kelompok etnis. Pada akhir tahun 1920-an muncul orang-orang dari golongan Tionghoa dan Arab yang dengan sadar “meloncati” pagar-pagar hukum kolonial dan sekat rasial, serta aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan