* Dari lubuk hati paling dalam penulis mengucapkan terima kasih kepada AB Widyanta, MA dan Ratna Noviani, PhD yang telah menjadi kawan diskusi secara intensif, memberi masukan secara kritis, dan membantu proses penyuntingan naskah ini.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi berdampak pada munculnya delusi dan kerentanan subjek algoritmik dalam masyarakat digital. Penerapan nalar algoritma dalam berbagai platform komunikasi kian mengintensifkan pembentukan subjek algoritmik. Pada jenjang tertentu, platform digital berkontribusi pada peningkatan performa independensi, kebebasan, terbukanya ruang-ruang sosial inklusif, mendorong perkembang-an ekonomi dan proliferasi demokrasi. Pada sisi lain, praktik nalar algoritma telah membiakkan bentuk-bentuk pemaksaan dan pengawasan cenderung bersifat totaliter. Subjek algoritmik terperangkap surveillance society dalam bungkus kapitalisme tahap lanjut. Dalam sistem tersebut, informasi dan data privat secara tidak sadar diserahkan oleh subjek algoritmik kepada korporasi digital untuk kemudian diolah industri platform sebagai pengarah preferensi-preferensi subjek algoritmik dalam berkomunikasi supaya sesuai kehendak kaum industrial.
Kata Kunci: kapitalisme, kebebasan, korporasi, masyarakat digital, subjek algoritmik