Dalam rangka memperingati setengah abad LP3ES, diselenggarakan seminar dalam jaringan (webinar) bertajuk “LP3ES dan Dinamika Sejarah Intelektual di Indonesia”, pada 5 Agustus 2021 hasdil kerja sama LP3ES dengan FNS Regional Asia Tenggara dan Timur. Setelah seminar daring itu dibuka oleh Didik J Rachbini, selaku Ketua Dewan Pengurus LP3ES, berturut-turut tampil ialah Ismid Hadad (Pendiri LP3ES dan Ketua Pengurus Bineksos), Sony Karsono (Assistant Professor pada Universitas Hankuk, Korea Selatan), Farabi Fakih (Ketua Prodi S-2 Ilmu Sejarah Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada), Julia I Suryakusuma (Peneliti, Kolumnis, dan Feminis), dan Fajri Siregar (Kandidat Doktor Universitas Amsterdam, Negeri Belanda). Diskusi yang dimoderatori Direktur Centre for Media and Democracy LP3ES Wijayanto itu, pada dasarnya merupakan sebuah refleksi kritis dari praktik diskursif (wacana) maupun non-diskursif (kelembagaan) salah satu organisasi nonpemerintah (Ornop) tertua yang berdiri pada awal Orde Baru. Tahun 1971 itu juga diselenggarakan pemilu pertama, 5 Juli 1971. Bukan suatu kebetulan jika LP3ES dan Prisma (terbit perdana November 1971) lahir saat Orde Baru mulai meletakkan basis state-power-nya. Bagaimana LP3ES dan Prisma berkembang dan berperan kemudian menjadi bagian dari maupun mitra-kritis bagi negara Orde Baru dengan seluruh dinamika masalah, ketegangan, dan konflik untuk menemukan jalan bagi masa depan Indonesia di berbagai bidang kehidupan sosial, politik, ekonomi, maupun budaya; sebagian jawaban reflektif tersebut dapat dijumpai dalam diskusi para narasumber ini.

Ismid Hadad (Pendiri LP3ES dan Ketua Pengurus Bineksos).

Sony Karsono (Assistant Professor pada Universitas Hankuk, Korea Selatan).

Julia I Suryakusuma (Peneliti, Kolumnis, dan Feminis).

Farabi Fakih (Ketua Prodi S-2 Ilmu Sejarah Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada).

ajri Siregar (Kandidat Doktor Universitas Amsterdam, Negeri Belanda).