Prisma

Di Belakang Keresahan Kaum Buruh

Sudah terlalu sering kita mendengar seruan agar buruh jangan hanya dipandang sebagai faktor produksi dan agar hubungan perburuhan hendaknya memperlihatkan wajah yang lebih manusiawi. Tetapi hampir sesering itu pula kita dapat menyaksikan kasus yang mengundang keprihatinan tentang kaum pekerja. Dalam beberapa tahun terakhir ini, berita keresahan dan tuntutan kaum buruh kerap muncul dalam media massa.

Tentang masalah buruh itu, dalam “Dialog” kali ini berbicara Bambang Sulistomo, pimpinan Lembaga Pendidikan dan Kesejahteraan Buruh (LPKB). Menurut dia, dalam persengketaan perburuhan, tampaknya Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) hanya bertindak sebagai perantara dalam proses tawar-menawar dan bukan melakukan pembelaan. Bambang juga menyangsikan Panitia Penyelesaian Pertikaian Perburuhan (P4) tingkat pusat dan daerah dalam menegakkan keadilan buat kaum pekerja itu.

Dua orang buruh yang pernah terlibat dalam persengketaan dengan perusahaan tempat mereka bekerja juga menguraikan pengalaman serta keluhan mereka. Nuraini yang lebih dikenal dengan panggilan Nunung, buruh PT General Food menyatakan bahwa dia merasakan upaya meminta bantuan ke sana-sini hampir tak ada manfaatnya. Sedangkan Johannes Aristono Sadimin, bekas karyawan PT Indonesia Synthetic Textile (PT Istem), menceritakan kekecewaannya pada P4P dan P4D. Karena itu pula dia mengadu sampai ke Direktorat Bina Lindung, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri sendiri dan bahkan ke Wakil Presiden Adam Malik.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan